LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Demi memperbaiki jalan desa yang rusak, warga Kampung Binong, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, terpaksa iuran dana swadaya untuk memperbaiki jalan desa yang sudah 10 tahun tidak tersentuh pembangunan.
Warga Desa Binong dan tokoh masyarakat, Nana, mengungkapkan, tidak mengetahui alasan pemerintah desa tidak segera membangun jalan desa tersebut, yang menjadi satu-satunya jalan aktivitas warga.
“Kami juga tidak tahu kenapa, dulu rencana ada tetapi tidak ada realisasi dalam bentuk apapun jalan raya atau yang lain,” katanya saat berada di rumahnya, Rabu, 23 Agustus 2023.
Disampaikannya, keinginan masyarakat simpel dan tidak meminta lebih asalkan janji ditepati oleh pemerintah Desa Citeras untuk segera memperbaiki jalan desa tersebut.
“Jadi keinginan kami gak muluk-muluk gampang ya, seharusnya ada silaturahmi ke masyarakat mau manis atau pait. Ini sama sekali sampai detik ini tidak ada tanggapan dan respon apapun,” tuturnya.
Hal yang sama diungkapkan, Muhamamd Arsyad yang menyayangkan sikap pemerintah desa yang tak kunjung membangun jalan poros desa tersebut.
“Sebetulnya tahun kemarin melalui BPD Desa Citeras, mau dikasih 300 meter untuk ke Binong. Tapi ujung-ujungnya dicoret lagi tapi gak tahu dialihkan ke mana,” ungkap Arsyad.
Ditambahkannya, infonya tak jadinya pembangunan karena dialihkan ke kampung lain sehingga pembangunan jalan di Kampung Binong tak jadi.
“Saya juga tidak tahu, jadi alasanya dialihkan ke kampung lain, jadi ya udah kita legowo gak apa-apa. Harapan kami segera dianggarkannya untuk pembangunan jalan ini karena ini merupakan jalan poros desa,” tambahnya.
Menanggapi keluhan dan aksi masyarakat, Sekretaris Desa Citeras, Herdi, menjelaskan, bukan pemerintah mengabaikan tetapi karena anggaran desa yang tak cukup untuk membangun jalan poros desa tersebut.
“Jadi sebelum Covid memang sudah diukur oleh Pemerintah Kabupaten, bahwa itu memang jalan poros desa. Dan itu juga akan dibantu diuji bangun oleh kabupaten dari anggaran kabupaten,” kata Herdi di kantornya.
Menurutnya, dengan panjang 1,2 kilometer membutuhkan anggaran yang cukup besar sehingga jalan tersebut tak kunjung dibangun.
“Karena dananya terlalu besar, diangka 1,6 miliar. Dengan panjang 1,2 kilometer. Makanya kami pihak desa bukannya mengabaikan tetapi kami selalu mengajukan, memang anggaran tersebut terlalu besar bagi pihak desa,” ucapnya.
Lebih lanjut, Herdi menuturkan jika anggaran dialokasikan untuk pembangunan jalan tersebut maka akan menyerap semua anggaran kegiatan di Desa Citeras.
“Karena anggaran untuk pembangunan jalan tersebut, menyerap semua anggaran, dan yang lainnya tidak bisa di realisasikan sesuai kebutuhan. Makanya kami memohon kepada pihak Pemda untuk merealisasikan dan membangun jalan tersebut,” ujarnya.
Reporter : Nurandi
Editor : Aas Arbi











