LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 20 Kepala Desa (Kades) di Indonesia mengikuti study banding selama sepuluh hari di Cina. Kegiatan itu berlangsung pada 13 sampai 25 Oktober 2023.
Salah satu kades yang ikut rombongan adalah Ajun Hidayat Kades Girilaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak.
Ajun merupakan satu-satunya Kades di Provinsi Banten yang dipilih Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk berguru ke China bersama 19 Kades lainnya se Indonesia.
Untuk bisa terpilih 20 orang berguru ke China bukan perkara gampang, dimana Kemendes PDTT menyeleksi para Kades melaui tes. Dari 7.643 Kades sebanyak 600 Kades mengikuti testing melalui aplikasi di Kemendes PDTT.
“Iya, study banding 10 hari ke China yang dibiayai oleh Kementerian PDTT. Dari 600 kepala Desa yang ikut testing di Kemendes PDTT yang masuk 20 kepala Desa,” kata Ajun Hidayat, Minggu 15 Oktober 2023.
Dia berjanji akan mengikuti proses study banding di China sehingga dapat diadopsi di wilayahnya terutama soal keberhasilan pembangunan dan pengelolaan desa di China.
“Kesempatan ini tentunya harus benar-benar dimanfaatkan agar menjadi oleh-oleh untuk teman-teman Kades di Lebak soal pembangunan dan kebersihan. Ternyata di China kebersihannya memang terjaga selain pembangunannnya,” katanya.
Menurutnya, kegiatan studi banding merupakan program Kemendes PDTT yang sangat luar biasa dan stimulus bagi para kepala desa.
“Untuk dapat lebih baik lagi membangun desanya masing-masing. Ke depan, kami berharap agar terus ditingkatkan, terus dipertahankan program ini, untuk kepala desa yang lain untuk bergerak bersama agar desa lebih maju lagi,” kata dia.
Adapun kegiatan selama studi banding di Cina, yakni revitalisasi pedesaan dan reformasi sistem pertanahan di Kementerian Pertanian dan Pedesaan Cina. Kemudian melihat koperasi yang mengelola pertanian organik, pertanian ekologis, industri desa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lebak Octavianto mengatakan, keberangkatan kades Girilaya, Kecamatan Cipamas dibiayai sepenuhnya oleh Kemendes PDTT. Mulai akomodasi hingga penginapan selama di China.
“Study banding tentang pemberdayaan masyarakat, pengelolaan dan pembangunan desa selama 10 hari di Cina. Semuanya ditanggung oleh Kemendes. Kami tentunya bangga, karena ada Kades di Lebak yang lolos seleksi sehingga ikut study banding ke China. Harapannya, ilmu yang didapatkan bisa dikembangkan dan dijadikan program untuk kemajuan desa,” ucapnya.
Reporter: nurabidin
Editor: Abdul Rozak











