LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Lokasi galian tanah yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia di Jalan Raya Rangkasbitung-Pandeglang, Desa Kadu Agung Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Kamis 26 Oktober 2023 lalu, saat ini sudah ditutup oleh pihak Kepolisian.
Peristiwa tragis tersebut menelan dua korban meninggal. Mereka yakni Diki (27) sopir truk warga Kecamatan Cipanas dan Aden (30) sopir ekskavator warga Kecamatan Cibadak.
Warga Kadu Agung Tengah Sumantri mengatakan, galian tanah sudah beroperasi selama satu tahun itu sudah banyak dikeluhkan warga dan pengguna jalan.
“Galian tanah untuk mendukung pembangunan Pantai Indah Kapuk (PIK) di Kabupaten Tangerang dan juga untuk urukan di salah satu perumahan di Lebak,” ujar Sumantri, Minggu 29 Oktober 2023.
Lokasi tidak jauh dari Gerbang Tol Rangkasbitung, terkadang warga mengeluh karena truk beroperasi sampai larut malam dan mengganggu aktivitas pengguna jalan.
“Itu truknya sampai jam 03.00 WIB masih tetep beroperasi, warga di sini juga keganggu ya. Udah mah ke jalan berdebu,” ucapnya.
Pasca kejadian naas yang terjadi pada 27 Oktober 2023 lalu, saat ini lokasi galian tanah sudah tutup dan dipasang garis polisi. Selain itu ada juga dua eskavator dan satu mobil truk di lokasi kejadian.
Lokasi galian tanah, kerap kali berakibat pada jalan yang licin dan kotor bila kondisi sedang hujan, dan bisa menjadi penyebab kecelakaan.
Warga Warunggunung Fahlevi mendesak lokasi galian tanah harus segera ditutup total dan jangan sampai ada lagi korban jiwa.
“Kalau bisa tutup total. Jangan sampai nanti nambah korban lagi. Karena kalau terus-menerus seperti itu pasti akan korban lagi,” tutur Fahlevi. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











