CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 44 pejabat di wilayah kerja Pemkot Cilegon menjadi orang tua asuh anak penderita stunting. Pejabat itu terdiri dari kepala dinas, camat, dan lurah.
Mereka akan menjadi orang tua asuh selama tiga bulan. Setiap bulan para pejabat itu akan mengeluarkan uang sebesar Rp3 juta.
Plt Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon Agus Zulkarnain menjelaskan, program orang tua asuh itu tindaklanjut dari Surat Edaran (SE) Walikota tentang Orang Tua Asuh Balita Stunting dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting.
Dijelaskan Agus, uang tersebut berasal dari pejabat yang bersangkutan yang disalurkan ke rekening khusus stunting di Baznas.
“Nanti akan disalurkan ke Kelurahan melalui Pengelolaah DASHAT atau Dapur Sehat Atasi Stunting dengan memberikan makanan bergizi seimbang selama tiga bulan dan dua kali dalam sehari,” ujar Agus, Selasa, 31 Oktober 2023.
Agus menjelaskan, berdasarkan survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di Kota Cilegon pada 2022 berada pada angka 19,1 persen.
Sedangkan berdasarkan Elektronik-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) hanya 944 anak.
“Kita tunggu akhir tahun ini SSGI-nya mudah-mudahan angkanya turun,” harapnya.
Ditambahkannya, Pemkot Cilegon melalui program DP3AP2KB telah berupaya sepenuhnya untuk membantu penurunan angka stunting di Kota Cilegon.
“Kami juga melakukan audit kasus stunting, diseminasi audit kasus stunting, kami memberikan pola pengasuhan yang terbaik kepada orang tua yang memiliki balita,” tambahnya.
Walikota Cilegon Helldy Agustian menjelaskan orang tua asuh itu merupakan upaya dalam menurunkan angka stunting.
“Memohon dan meminta kepada ASN terlebih khusus kepada para kepala dinas, lurah, camat yang maju untuk dapat menyisihkan karena kita masih ada 944 bayi stunting,” kata Helldy.
Nantinya, orang tua asuh akan membantu balita stunting setiap bulannya Rp3 juta selama tiga bulan.
“Dengan hadirnya orang tua asuh, saya yakin bisa mengurangi angka stunting di Kota Cilegon, dan saya berharap orang tua asuh terus bertambah, sehingga target 9 persen tahun ini tercapai,” katanya
Saat ini, kata Helldy, di Provinsi Banten, Kota Cilegon masih terbaik dalam penurunan angka stunting, dari 2022 sampai saat ini, angka stunting turun menjadi 19,1 persen.
“Meski demikian, kita masih terus berupaya agar tidak ada lagi stunting di Kota Cilegon ini. Makanya saya minta semua pihak berkontribusi,” katanya. (*)
Reporter Bayu Mulyana
Editor : Aas Arbi











