TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan Kota Tangerang menyebut kasus demam berdarah di Kota Tangerang saat ini menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Harmayani mengatakan, pada Januari 2024 terdapat 81 kasus, dan Februari ada 51 kasus. Sedangkan pada 2024, jumlah kasus DBD di Januari mencapai 71 kasus dan Februari 14 kasus.
“2024 di Januari ada 71 kasus, dan Februari 14 kasus,” ujarnya, Kamis 29 Februari 2024.
Hermayani mengatakan, langkah langkah sudah dilakukan Dinas Kesehatan untuk menekan angka kasus DBD. Antara lain dengan terus menerus mengedukasi masyarakat dengan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 4M Plus, melakukan koordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas dalam penanganan kasus, memperkuat mekanisme pencatatan dan pelaporan kasus, menyediakan alat diagnostik laboratorium (NS1 dan IgG/IgM), dan ketersediaan bed rumah sakit yang memadai untuk perawatan.
Harmayani mengatakan, DBD akan terus ada bila masyarakat lengah. Hal itu disebabkan karena sumber penularan atau faktor pembawa penyakitnya adalah nyamuk aedes aegypty yang berkembang biak ketika lingkungan banyak air menggenang.
Menurutnya, dengan kondisi saat ini yang banyak hujan maka risiko itu akan tetap muncul jika tidak dilakukan upaya pengendalian lingkungan atau pemberantasan sarang nyamuk secara berkesinambungan.
“Upaca pencegahannya dapat dilamukan dengan 4M, menguras, mengubur, menutup plus menggunakan anti nyamuk. Satu ekor nyamuk bertelur sekitar 300 ribuan telur, dan telur telur itu menetas setelah satu minggu menjadi nyamuk dewasa,” imbuhnya.
” Maka sebaiknya pemberantasan sarang nyamuk ini dilakukan seminggu sekali, minimal. Bagus lagi kalo satu rumah ada satu Jumantik dan juru pemantau jentik di masing-masing rumah tangga,” pungkasnya.
Reporter: Angger Gita Rezha
Editor: Aas Arbi











