PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Rano Karno mengaku terkait Pilgub Banten menunggu perintah dari PDI Perjuangan.
Pernyataan itu disampaikan Rano Karno yang dikenal sebagai si Doel di Pucuk Pare Cafe-Resto di Kampung Pasar Nangka, Desa Kupahandap, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang.
Anggota Komisi X DPR RI Rano Karno mengatakan, terkait Pilgub ia menyerahkan kepada partai.
“Kalau kita petugas partai. Tergantung partai yang menugaskan,” katanya, Jumat, 8 Maret 2024.
Rano menjelaskan, sampai hari ini belum ada perintah dari Partai. Jadi ia belum bisa menyatakan seperti calon yang lain.
“Oh ia saya, OTW Jakarta. Jadi enggak mau saya, jadi ada mekanisme tapi kalau memang perintah itu hadir, ya tentu kita jalankan,” katanya.
Rano mengungkapkan, pada saat ini pihaknya masih membaca hasil pileg kemarin. Itu semua harus dianalisa juga.
“Saya lebih senang nyalon Gubernur Banten ketimbang Jakarta. Banten itu bahasanya membangun kalau Jakarta enggak ada bisa dibangun lagi terkecuali infrastruktur aja,” katanya.
Lebih lanjut Rano menjelaskan, kalau di Jakarta pembangunan infrastruktur jalan mau lewat mana lagi. Sementara Banten belum selesai.
“Tapi harus dibarengi dengan perencanaan. Misalnya gini kayak Batang, Jawa Tengah,” katanya.
Sekarang ini jalan tol Serang-Panimbang sudah jadi. Kabupaten dan kota yang terlewati itu tidak punya perencanaan.
“Pada waktu saya jadi gubernur saya ajak bicara para pimpinan daerah ayok kita pikirin kalau urat nadinya sudah kelar ini. Mau kemana arah keluarnya, tapi sampai hari ini saya enggak lihat itu,” katanya.
Jadi, Rano menerangkan, rencana tata tuang wilayahnya juga belum tahu.
“Kalau tol sudah jadi misalnya industri di mana, perumahan di mana, sementara potensi itu ada di dua kabupaten, Lebak dan Pandeglang untuk berkembang,” katanya.
Ketika ditanya, apakah sudah menjalin komunikasi politik untuk Pilgub, Rano mengaku, belum ada. Semuanya masih ngitung.
“Hasil pileg aja belum keluar. Untuk pasangan pilgub sementara ini belum, kita lihat saja nanti masih panjang lah,” katanya.
Rano memastikan, pasangan dalam pilgub yang pasti, satu harus berkolaborasi.
“Itu sudah pasti karena enggak mungkin kan PDIP. Atau semua partai maju sendiri, harus berkoalisi, itu realita. Nanti tinggal kita berhitung,” katanya.
Ketika ditanyakan, apakah sering menjalin komunikasi dengan Achamd Dimyati Natakusumah, Rano mengakui jarang menjalin komunikasi dengan Dimyati.
“Sedangkan kalau sengaja Ibu Irna (Bupati Pandeglang Irna Narulita) sekali dua kali jalin komunikasi tetapi enggak sering. Karena saya tahu beliau juga sibuk,” katanya.
Selanjutnya, saat didesak apalah akan berpasangan dengan Irna Narulita dengan slogan RI (Rano-Irna).
“RI belum pasti juga. Tapi masih mungkin karena masih dinamis,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan











