SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten menjadikan empat daerah Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten sebagai lokasi fokus alias Lokus penanggulangan tsunami.
Keempat daerah itu yakni Kabupaten Serang, Lebak, Pandeglang dan Kota Cilegon. Daerah itu menjadi lokus karena mengingat adanya potensi bencana tsunami megatrust di daerah itu.
Kepala Pelaksana BPBD Banten Nana Suryana mengatakan, keempat daerah itu menjadi lokus penanggulangan bencana melalui program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) dari BNPB.
IDRIP merupakan proyek yang mendapat bantuan Bank Dunia terkait mitigasi gempa bumi dan tsunami yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah serta masyarakat dalam upaya menghadapi ancaman potensi bencana.
“Hari ini kita mulai melakukan pelatihan atas program itu terhadap masyarakat yang tergabung dalam Desa Tangguh Bencana (Destana) yang tersebar di empat daerah itu,” kata Nana Suryana di kantornya, Senin 13 Mei 2024.
Nana mengatakan, tujuan IDRIP adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan sistem manajemen risiko dan tanggap darurat bencana, termasuk investasi pada sistem peringatan dini multi-ancaman bahaya geofisika dan upaya peningkatan kapasitas institusi.
Pada pelaksanaannya, pihaknya mengundang stakeholder kebencanaan terkait seperti Bawalista untuk memberikan edukasi dan pelatihan langsung tentang bagaimana cara evakuasi dan memberikan pertolongan pertama jika terjadi bencana.
“Seperti hari ini kita hadirkan enam kelompok Destana dari Kabupaten Pandeglang, setiap kelompok kita berikan pelatihan tentang manajemen dapur umum, medical first responder, dan pusat layanan data dan informasi,” jelasnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Banten Asep Mulya Hidayat mengatakan, pelatihan IDRIP ini dilakukan selama empat hari yang melibatkan enam kelompok destana dari empat Kabupaten dan Kota.
Asep melihat, pelatihan seperti ini sangatlah perlu untuk dilakukan karena melalui pelatihan ini masyarakat khususnya yang berada di daerah rawan bencana bisa mendapatkan pengetahuan dan skill bagaimana cara penanggulangan atau mitigasi bencana.
“Pelatihan ini sangat penting, karena membantu kita apabila masyarakat banyak yang paham tahu dan berpendidikan itu akan membantu kita dalam ketangguhan bencana. Jadi berdasarkan penelitian bahwa yang selamat dari bencana itu kebanyakan adalah karena pengetahuan dan kemampuan diri sendiri,” ucapnya.
Maka dari itu, pria yang akrab disapa Haji Rocker ini berharap kepada para peserta pelatihan dapat menularkan ilmu dan skill yang mereka dapatkan pada pelatihan ini kepada kelompok masyarakat lain di lingkunganya.
“Kita harap adanya tepuk tular, jadi kita menepuk seribu orang mudah-mudahan mereka dapat menepuk ke 10 ribu orang. Kita juga mengimbau kepada kelompok masyarakat lain untuk aware atau menyadari pentingnya mitigasi bencana,” pungkasnya.
Dalam acara itu, setiap peserta juga diberikan bantuan berupa tas siaga oleh BPBD Banten. Tas siaga ini berisi beberapa peralatan kedaruratan bencana yang berfungsi untuk menyimpan dokumen atau barang-barang beharga jika terjadi suatu bencana. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











