SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Desa wisata Kacida Cibuntu, di Desa Padarincang, Kecamatan Padarincang, bakal dikunjungi oleh tim dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia.
Bahkan apabila tidak ada halangan, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno juga dijadwalkan akan datang ke Kacida Cibuntu pada Selasa 16 Juli 2024.
Kedatangan tim juri dari Kemenparekraf tersebut menindaklanjuti capaian desa wisata Kacida Cibuntu Padarincang yang masuk dalam 50 besar pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.
Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Dito Candra Wirastyo mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi dari Kemenparekraf mengenai rencana kunjungan dari tim juri ADWI 2024.
“Hari senin akan ada kunjungan atau visitasi dari tim juri kementerian terkait penentuan kategori desa wisata dan desa favoritnya. Kemudian pada hari Selasa-nya kunjungan dari Pak Menteri dan kementerian,” katanya saat ditemui usai melakukan rapat persiapan penyambutan tim dari Kemenparekraf, Sabtu 13 Juli 2024.
Pihaknya mengaku, nantinya tim juri akan memberikan penilaian untuk desa wisata Padarincang, Kacida Cibuntu, dan menempatkan ke kategori yang paling tepat untuk desa wisata Kacida Cibuntu.
“Kita itu berdasarkan ketentuan oleh tim kurasi tim penilai kementerian Pariwisata ada 5 kategori, sumber daya manusia, amenitas, desa digital, daya tarik dan terakhir desa wisata resiliensi. Kunjungan tim juri menilai, apakah desa wisata Padarincang ini dari 5 kategori yang ada masuk ke kategori apa yang paling menonjol,” tegasnya.
Untuk itu, ia meminta kepada Pokdarwis Macan Ketawa dan Pemerintah Desa Padarincang untuk melakukan persiapan penyambutan. Selain itu, ia juga meminta agar kepala desa menyiapkan presentasi mengenai konsep desa wisata Padarincang dan rencana yang disiapkan untuk Kacida Cibuntu.
“Harapannya kepala desa dan ketua Pokdarwis akan menyampaikan ekspektasi atau harapan ke depan dengan ditetapkannya 50 besar desa wisata. Karena untuk aspek atau dimensi keberlanjutan. Terkait wisata atau desa wisata ini harus sustainable. Setelah kunjungan ini yang sudah-sudah akan ada beberapa intervensi dari kementerian akan memberikan perhatian ekstra baik fisik ataupun non fisik,” pungkasnya. (*)
Editor: Mastur Huda











