PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pedagang bakso harus memutar otak untuk mengantisipasi mahalnya harga cabai rawit setan di pasar.
Kenaikan harga cabai berdampak bagi pedagang bakso mercon, salah satunya di Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Pedagang mengeluh dengan naiknya cabai tersebut.
Pedagang bakso, Dimas, merasakan dampak yang signifikan terhadap penjualannya sejak harga cabai mulai naik sepekan yang lalu.
“Berdampak sekali sekarang, soalnya cabai rawit setan sekarang aja lumayan tembus Rp 80 ribu per kilogram, awalnya harga cuma Rp 30 ribu,” ungkap Dimas, Minggu, 21 Juli 2024.
Untuk menyiasati kenaikan harga cabai, ia terpaksa mengurangi penggunaan bahan baku cabai dalam sambalnya dan mencampurnya dengan lebih banyak air. Hal ini kadang menimbulkan keluhan dari konsumen yang merasa sambalnya kurang pedas.
“Kita siasatinya dari sebelumnya sambalnya kental kalau sekarang agak dibanyakin airnya karena melihat harga cabai naik drastis, ya ada aja yang komplain bilang gitu banyak ya mau gimana lagi. Tapi tetap pedas kok rasanya sama aja,” ucapnya.
Dimas melanjutkan, ia biasanya membeli 10 kilogram cabai untuk olahan bakso merecon dan pembuatan sambal. Namun, saat ini ia harus mengurangi jumlah pembelian menjadi hanya 6 kilogram.
“Saya belanjanya sekaligus biasanya 10 kilo cabai, tapi sekarang cuma dikurangi jadi enam kiloan. Saya sih harapannya mudah-mudahan harganya bisa turun lagi seperti biasa normal,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pembeli, Ririn, yang merupakan pecinta pedas, mengaku sedikit kecewa dengan rasa sambal yang tidak begitu pedas akibat pengurangan cabai.
“Iya kurang enak kalau nggak pedas, kan yang namanya sambal itu pedas. Tapi kalau lagi naik gini sedikit ngeluh sih,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











