LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kota Rangkasbitung yang merupakan pusat kota di Kabupaten Lebak. Namun, kota yang harusnya ditata dengan baik, dinilai amburadul.
Pantauan Radar Banten, kondisi tersebut bisa dilihat pada kompleks Stadion Uwes Qorny Rangkasbitung, kondisi kolam renang terbengkala,i selain itu kondisi Stadion juga tidak terawat dan terlihat usang. Bahkan, kondisi taman serta hutan kota di Kota Rangkasbitung kumuh.
Mengenai kondisi tersebut, Sapnudi, aktivis Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA) menyatakan, prihatin dengan kondisi tata kelola infrastruktur dan fasilitas umum di Kota Rangkasbitung yang masih jauh dari harapan. Padahal sesuai Peraturan Daerah tentang RTRW, Rangkasbitung telah ditetapkan sebagai kawasan perkotaan strategis.
“Status ini seharusnya menjadi peluang besar untuk memperbaiki tata kelola, namun realitas di lapangan menunjukkan banyak masalah yang belum terselesaikan di Kota Rangkasbitung,” kata Sapnudi kepada Radar Banten, Senin 18 November 2024.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut bisa dilihat dari Jalan Siliwangi, yang rusak akibat pekerjaan galian PLN yang tidak dirapikan dengan baik, sehingga membahayakan pengguna jalan dan menurunkan kenyamanan lalu lintas.
“Ruang terbuka hijau seperti Taman Hutan Kota, Taman Hati, dan Taman Sumur Buang pun tidak terawat. Sampah berserakan dan minimnya pengelolaan taman mengurangi fungsi rekreasinya bagi masyarakat. Selain itu, fasilitas olahraga seperti Stadion Pasir Ona dan kolam renang umum tampak terbengkalai, dengan kerusakan infrastruktur dan kurangnya perawatan rutin. Padahal, keberadaan fasilitas ini penting untuk mendukung gaya hidup sehat masyarakat,” tegasnya.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak untuk menjadikan status Rangkasbitung sebagai kawasan perkotaan strategis dengan langkah nyata.
“Seperti memperbaiki infrastruktur yang rusak, meningkatkan anggaran pemeliharaan fasilitas umum, dan menggandeng masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan langkah ini, Rangkasbitung dapat menjadi kota yang layak huni dan mencerminkan visi kawasan strategis sesuai RTRW,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











