CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID–PT Krakatau Steel (KS) kembali mengekspor 11.600 ton hot roll coil (HRC) ke tiga negara Eropa, yakni Italia, Portugal, dan Belanda.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi perluasan pasar global sekaligus memanfaatkan momentum perubahan rantai pasok baja akibat konflik geopolitik.
Direktur PT Vund Metal Utama, Imam J. Faisal, yang mewakili perusahaan berkontrak dengan Krakatau Steel, menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi bukti kualitas baja Indonesia yang mampu bersaing di pasar internasional.
“Ini kerja sama yang sangat baik dengan PT Krakatau Steel, terutama untuk memperkuat pasar di Eropa yang sangat menjanjikan. Kolaborasi antara stakeholder internal Krakatau Steel dan eksternal, termasuk masyarakat Kota Cilegon, menjadi poin penting dalam pengembangan industri ini,” ujar Imam usai kegiatan pelepasan ekspor, Selasa (24/3).
Menurutnya, keberadaan CE Marking pada produk Krakatau Steel menjadi nilai tambah yang memungkinkan penetrasi ke negara-negara maju.
“Dengan adanya CE Marking, produk kita memenuhi standar kualitas yang ketat di Eropa. Ini menjadi keunggulan kompetitif bagi industri baja nasional,” jelasnya.
Imam juga menyoroti dampak perang Rusia-Ukraina terhadap industri baja global. Menurutnya, situasi ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mengisi pasar Eropa yang sebelumnya didominasi produsen baja Rusia.
“Beberapa produsen baja dari Rusia tidak lagi bisa masuk ke Eropa, dan ini menjadi kesempatan bagi kita. Indonesia kini menjadi sumber potensial untuk memenuhi kebutuhan pasar baja Eropa,” tambahnya.
Sebelum pandemi, Krakatau Steel telah melakukan ekspor baja ke beberapa negara seperti Pakistan, Vietnam, dan Turki. Namun, ekspor sempat terhenti akibat insiden kebakaran di fasilitas produksi KS selama dua tahun terakhir.
“Selama dua tahun Krakatau Steel sempat berhenti mengekspor ke Eropa karena kendala teknis. Namun, sekarang kualitas produksinya sudah kembali optimal, dan produk kita bisa diterima lagi di pasar Eropa yang memiliki standar ketat,” ungkap Imam.
Kegiatan pelepasan ekspor ini juga dihadiri oleh Wali Kota Cilegon, yang memberikan dukungan penuh terhadap ekspansi industri baja di wilayahnya.
“Kehadiran Pak Wali Kota menunjukkan dukungan nyata terhadap industri baja dan masyarakat Cilegon. Ekspor seperti ini berdampak luas terhadap ekonomi, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan pekerja, hingga pertumbuhan sektor UKM di sekitar industri,” tutur Imam.
Imam berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri baja global.
“Kami berharap Krakatau Steel tetap eksis dan terus berinovasi. Kolaborasi yang baik antara pemerintah, industri, dan masyarakat akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan,” pungkasnya.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi










