SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pasca pengamanan arus mudik lebaran 1446 Hijriah, Polda Banten menggelar apel konsolidasi Operasi Kerupat Maung 2025 di lapangan Apel Polda Banten pada Senin 14 April 2025.
Kegiatan ini dipimpin Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto dan turut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Danrem 064/MY Brigjen TNI Andrian Susanto dan Kajati Banten Siswanto serta tamu undangan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Banten mengatakan, bahwa selama operasi berlangsung tidak terdapat gangguan menonjol. Selama operasi berlangsung atau sejak 23 Maret hingga 8 April 2025, pelaksanaan arus mudik dan arus balik dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar.
“Seluruh rangkaian Operasi Ketupat yang dilaksanakan sejak tanggal 23 Maret hingga 8 April 2025 berjalan aman, lancar, tertib, dan kondusif. Tidak terdapat gangguan menonjol selama pelaksanaan operasi,” katanya.
Menurut Kapolda, keberhasilan pengamanan mudik tahun ini tidak lepas dari sinergitas dan soliditas lintas sektoral. Titik atensi pengamanan seperti Pelabuhan Merak, Pelindo II, dan Pelabuhan BBJ dapat beroperasi dengan baik sehingga antrean kendaraan dengan cepat diatasi.
Kapolda mengatakan, selama operasi berlangsung sebanyak 1.416.013 penumpang dan 310.017 kendaraan melintas melalui jalur pelabuhan. Puncak arus mudik sendiri terjadi pada H-3 lebaran dengan 204.606 penumpang dan 67.158 kendaraan.
“Puncak arus balik terjadi pada H+6 Lebaran dengan 153.354 penumpang dan 38.489 kendaraan,” ujar alumnus Akpol 1994 ini.
Kapolda menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil dari koordinasi yang baik, manajemen rekayasa lalu lintas yang efektif, dan kesiapsiagaan seluruh personel pengamanan.
“Keberhasilan ini merupakan hasil dari koordinasi yang baik, manajemen rekayasa lalu lintas yang efektif, dan kesiapsiagaan seluruh personel pengamanan. Termasuk pengamanan di lokasi wisata seperti Pantai Anyer, Carita, dan Pantai Selatan yang juga berjalan aman dan lancar,” ungkapnya.
Kapolda berharap seluruh instansi tetap meningkatkan kewaspadaan dan kehadiran di tengah masyarakat. Sebab, meskipun operasi telah berakhir gangguan kamtibmas dapat terjadi. Oleh karena, perlu dilakukan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pasca libur lebaran. “Demi menjaga situasi pasca-lebaran tetap aman dan kondusif,” tuturnya.
Editor: Bayu Mulyana











