PANDEGLABG, RADARBANTEN.CO.ID – Salat Subuh memiliki banyak keutamaan seperti salat wajib lainnya.
Keutamaan Salat Subuh bisa memberikan ketenangan jiwa dan mendatangkan rezeki.
Hal itu bisa didapatkan ketika setelah selesai salat tidak langsung beranjak dan tidur, tetapi duduk sejenak membaca amalan. Setelah itu barulah melakukan aktivitas, jangan kembali tidur.
Amalan apa saja yang dibaca setelah Salat Subuh?
Mengutip dari website Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat, ada lima amalan setelah Salat Subuh yang baik dilakukan untuk bisa memberikan ketenangan jiwa dan mendatangkan rezeki, yaitu :
1. Doa.
Berdoa merupakan sebuah rutinitas yang dilakukan oleh setiap Muslim, bukan hanya saat Salat Subuh saja, namun juga setiap salat dan setiap saat harus selalu berdoa dan minta perlindungan pada Allah SWT.
Tetapi ada yang berbeda untuk doa setelah Salat Subuh.
Berikut ini doa yang baik dipanjatkan setelah Salat Subuh:
“Allahumma innii as aluka ‘ilmaanaafi’aa. Wa rizqontoyyibaa wa amalan mutaqobbalaa”
Artinya: Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima.” (HR Ahmad, Ibnu Majah).
2. Zikir.
Berzikir menjadi sebuah kegiatan yang baik dilakukan saat Salat Subuh dan memiliki banyak manfaat.
Tidak hanya memberikan pahala yang besar saja, namun juga dapat memberikan cahaya serta ketenangan dalam dunia dan akhirat kelak.
Berikut ini beberapa zikir yang bisa sebagai amalan setelah Salat Subuh:
Astaghfirullah 3x
Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah (3x)
“Allahumma Antassalaam wa minkas salaam. Tabaa rokta yaa dzaljalaali wal ikroom.”
Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan, Maha Suci Engkau wahai Rabb pemilik keagungan dan kemuliaan.” (HR Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
“Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu. Lahul mulku walahul hamdu wa huwa alaa kulli syaiin qodiir. Allahumma laa maa ni’a limaa a’thoita. Wa laa mu’thiya limaa mana’ta. Wa laayanfa’u dzaljaddi minkaljaddu.”
Artinya: Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau beri dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu.” (HR Al Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud)
“Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu. Lahul mulku walahul hamdu wa huwa alaa kulli syaiin qodiir. Laa haula walaaquwwata illaabillaah. Laa ilaaha illallah walaa na’budu illaa iyyaahu lahunni’matu walahulfadhlu. Walahutstsanaaulhasanu. Laailaaha illallahu mukhlishiina lahuddiini walau karihal kaafiruuna.”
Artinya: Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah semata. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah. Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah, dan pujian yang baik. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya. (HR Muslim, Abu Dawud, Ahmad)
“Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu. Lahul mulku walahul hamdu, yuhyii wayumiitu. Wahuwa ‘alaa kulli syai inqodiir.” 10x
Artinya: Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. Dialah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi ruh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. (HR Ahmad, At Tirmidzi) (10x)
“Allaahumma a’innii ‘alaa dzikrika. Wasyukrika wahusni ‘ibaadatika.”
Artinya: Ya Allah, tolong aku agar selalu berzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu. (HR Abu Dawud, Ahmad)
“Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu. Lahul mulku walahul hamdu, wahuwa ‘alaa kulli syai inqodiir.”
Artinya: Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. (HR Abu Dawud)
Subhaanallaah 33x
Alhamdulillah 33x
Allaahu Akbar 33x
3. Membaca beberapa surah dalam Al-Qur’an, di antaranya:
– Membaca Surat Al-Fatihah
– Membaca lima ayat pertama Surat Al-Baqarah
– Membaca ayat 255, 256, dan 257 Surat Al-Baqarah
– Membaca ayat 284 – 286 Surat Al-Baqarah
– Membaca Surat Al-ikhlas
– Membaca Surat Al-Falaq
– Membaca Surat An Naas
4. Bersedekah
Hal itu sudah menjadi janji Allah SWT, bahwa ketika seseorang bersedekah, maka sejatinya hartanya tidak akan berkurang, melainkan Allah akan membalasnya dengan kebaikan yang berlipat.
Maka, sedekah saat subuh menjadi cara hebat untuk mengawali hari.
5. Memulai aktivitas dengan ikhlas.
Jadi, setelah Salat Subuh sebaiknya jangan beranjak pergi, tetapi duduk dan membaca amalan untuk memohon doa kepada Allah SWT.
Semoga dengan melakukan amalan setelah Salat Subuh, bukan hanya mendapatkan pahala serta rezeki melimpah saja dari Allah SWT, namun juga kesehatan tubuh.
Editor: Agus Priwandono











