SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas pidato Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang digelar di Brasil, Selasa 8 Juli 2025.
Dalam forum internasional tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi anggota aktif dan konstruktif BRICS. Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama yang adil, pembangunan berkelanjutan, serta kedaulatan ekonomi bagi negara-negara berkembang.
Menurut PRIMA, pidato tersebut mencerminkan visi kepemimpinan progresif dan berpihak pada kepentingan global yang lebih inklusif.
“Pidato Presiden Prabowo menunjukkan arah kepemimpinan yang tegas dan strategis. Indonesia hadir bukan sekadar sebagai anggota baru, tetapi sebagai kekuatan baru yang siap berkontribusi nyata dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang,” ujar Bendahara Umum PRIMA, Achmad Herwandi, dalam keterangan tertulis, Rabu 9 Juli 2025.
PRIMA juga menyambut positif langkah strategis pemerintah yang secara resmi membawa Indonesia menjadi anggota penuh BRICS—kelompok negara berkembang besar yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan.
Keanggotaan ini diumumkan bersamaan dengan kehadiran delegasi Indonesia di KTT, yang dinilai sebagai bentuk komitmen terhadap kerja sama global yang lebih adil dan saling menguntungkan.
Dengan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai lebih dari US$1,4 triliun pada 2024, PRIMA meyakini Indonesia memiliki potensi besar untuk memainkan peran kunci di dalam aliansi tersebut. Saat ini, BRICS mewakili sekitar 25 persen PDB global, dengan total PDB mencapai US$28 triliun, serta mencakup hampir 40 persen populasi dunia.
PRIMA menyoroti empat alasan utama dukungan terhadap langkah ini:
• Diversifikasi Ekonomi Internasional
Keanggotaan BRICS membuka akses pasar baru dan mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa.
• Penguatan Diplomasi Global
Indonesia mendapatkan platform strategis untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang serta mendorong reformasi tata kelola global.
• Transfer Teknologi dan Pengembangan SDM
Kerja sama riset dan inovasi antar anggota BRICS dapat mempercepat penguasaan teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
• Ketahanan Nasional dan Stabilitas Kawasan
Kolaborasi di sektor energi, pangan, keuangan, dan infrastruktur dinilai akan memperkuat daya tahan nasional dan mendukung stabilitas kawasan Asia-Pasifik.
“Langkah ini bukan sekadar soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mencerminkan arah baru kebijakan luar negeri Indonesia untuk memperjuangkan keadilan global dan membangun kemitraan yang setara. BRICS adalah kendaraan strategis untuk mencapai cita-cita tersebut,” tambah Herwandi.
Editor: Aas Arbi

