SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Momen wisuda selalu identik dengan dokumentasi yang memukau. Tren ini membuka peluang emas bagi para fotografer freelance untuk meraup untung besar. Jika dulu foto wisuda didominasi gaya formal studio, kini preferensi wisudawan beralih ke sesi foto yang lebih personal, estetik, dan bercerita.
Fleksibilitas menjadi kunci keunggulan fotografer freelance. Mereka menawarkan beragam paket yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan budget klien, berbeda dengan studio foto konvensional yang cenderung menawarkan paket seragam. Tak heran, profesi ini semakin diminati, terutama di kota-kota besar dan area sekitar kampus ternama.
Perkembangan teknologi kamera dan editing software, serta peran platform digital seperti Instagram dan TikTok, turut mendukung geliat profesi ini. Anak muda kini lebih mudah memamerkan portofolio, membangun brand pribadi, dan menjaring klien baru tanpa terikat agensi besar.
Salah satu yang merasakan manisnya musim wisuda adalah Fikri Muhammad Fauzan, fotografer dan videografer otomotif asal Kota Serang. Ia mengaku awalnya hanya memotret wisuda keluarga, namun sejak 2018 mulai menerima freelance dari vendor foto wisuda.
“Sekitar tahun 2018 saya nerima freelance dari vendor foto wisuda dan rate harga per jam itu Rp 300 ribu. Untuk sistem saat ini yang saya pakai Rp 350 ribu sampai Rp 400 ribu per jam foto wisuda,” cerita Fikri kepada Radar Banten, Minggu (13/7).
Fikri melanjutkan, setiap musim wisuda, ia bisa menggarap hingga 3-4 klien. Ia menekankan pentingnya totalitas dalam bekerja agar tidak mengecewakan klien.
“Menguntungkan banget freelance foto wisuda, hanya saja kita harus benar-benar totalitas di dalam foto wisuda, jangan sampai mengecewakan,” lanjutnya.
Musim wisuda memang menjadi waktu emas bagi fotografer freelance untuk meningkatkan pendapatan, bahkan bisa mendapatkan belasan hingga puluhan klien dalam sebulan, terutama dengan jaringan kuat di lingkungan kampus.
Dengan terus berkembangnya tren ini, penting bagi fotografer freelance untuk terus mengasah skill, memperbarui peralatan, dan menjaga profesionalisme. Kepercayaan serta testimoni klien sebelumnya menjadi aset berharga untuk proyek di masa mendatang.
Tren ini menegaskan bahwa dunia kerja semakin terbuka untuk profesi kreatif yang adaptif dan melek digital. Bagi generasi muda dengan passion fotografi, musim wisuda bukan hanya perayaan sarjana, melainkan juga peluang emas untuk mengembangkan karier di industri kreatif.
Reporter: Eko Fajar











