TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Stabilitas finansial dapat diraih oleh siapa saja, termasuk pekerja freelance. Walaupun penghasilan yang diperoleh cenderung fluktuatif, hal tersebut bisa diusahakan.
Freelancer harus paham manajemen keuangan yang baik. Dengan demikian, setiap pemasukan dapat dialokasikan secara tepat.
Lantas, bagaimana cara mengatur keuangan freelancer?
Tanpa gaji yang tetap, pembuatan rencana keuangan menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, jika tidak dilakukan dengan baik, struktur keuangan bisa berantakan.
Cara mengatur keuangan untuk kamu yang sebagai pekerja freelancer:
1. Menyusun anggaran rutin
Lakukanlah penyusunan anggaran rutin per bulan secara realistis serta terperinci. Catat pengeluaran bulanan dan sumber pemasukan yang didapatkan.
Kemudian, kelompokkan setiap pengeluaran ke dalam beberapa kategori, seperti biaya hidup, tagihan, sewa, dana darurat, hiburan, dan lain sebagainya.
Cara mengatur keuangan freelancer ini membantu mengetahui lebih jelas besaran penghasilan yang harus didapatkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
2. Menjaga pengeluaran tetap stabil
Apabila dibandingkan dengan karyawan tetap, risiko kehilangan sumber pendapatan bagi pekerja freelance jauh lebih tinggi.
Hal ini bisa terjadi karena memang gaji freelancer sebagian besar berasal dari proyek-proyek yang mereka terima, sedangkan karyawan tetap menerima gaji rutin setiap bulan.
Mengingat konsep cara mendapatkan uang dari freelance tersebut, freelancer sebisa mungkin harus menghindari sikap konsumtif agar tidak boros.
Dengan demikian, kewajiban finansial secara keseluruhan dapat terpenuhi tanpa harus menekan pengeluaran semaksimal mungkin.
3. Menyimpan untuk masa depan
Saat menyusun anggaran, jangan lupa menyisihkan dana untuk dialokasikan menjadi tabungan, investasi, atau asuransi sebagai simpanan masa depan.
Dengan memiliki tabungan dan investasi, freelancer dapat memiliki dana lebih di saat keuangan sedang tidak menentu.
Sementara itu, asuransi bisa menjadi jaring pengaman yang melindungi finansial. Mempunyai asuransi dapat menghindarkan biaya berlebih saat sakit.
4. Diversifikasi sumber penghasilan
Agar pemasukan tetap stabil, diversifikasi sumber penghasilan termasuk alternatif yang menarik.
Pada tahap ini, freelancer bisa mengeksplorasi lebih banyak proyek dan potensi diri. Misalnya, sebagai fotografer freelance acara wisuda, pernikahan, maupun lamaran, kamu bisa merambah ke penjualan foto online.
Jadi, hasil jepretan milikmu dapat dijual dengan harga yang cukup menjanjikan di berbagai platform. Namun, pastikan terlebih dahulu bahwa platform tersebut kredibel.
Langkah ini tidak membantu mendapatkan penghasilan tambahan, tetapi juga melebarkan fokus jasa utama. Dengan begitu, freelancer pun tidak terpaku pada satu sumber pemasukan.
5. Memisahkan rekening bank pribadi dan bisnis
Untuk menerapkan cara mengatur keuangan dengan baik, sebaiknya gunakan rekening bank pribadi dan hasil transaksi freelance secara terpisah.
Pelaksanaan langkah ini juga memungkinkan freelancer mengetahui jumlah upah yang diterima sebagai freelancer dan mengawasi pengeluaran bulanan rutin.
Dengan begitu, cash flow untuk freelancer menjadi lebih jelas sekaligus tidak campur aduk. Hal ini memudahkan dalam perhitungan pajak sehingga terhindar dari risiko kesalahan audit.
6. Menyisihkan laba pendapatan untuk pengembangan diri
Seorang freelancer harus terus meningkatkan kompetensinya. Jadi, sisihkan sedikit laba pendapatan guna mengikuti kelas personal branding, teknik negosiasi, atau lainnya.
Tujuan pengeluaran tersebut adalah untuk pengembangan nilai diri. Hal tersebut berguna dalam membuka peluang karier yang lebih baik di masa mendatang.
7. Evaluasi dan sesuaikan secara berkala
Sebaiknya, lakukan evaluasi anggaran atau pengeluaran bulanan secara rutin dengan memeriksa apakah susuan anggaran yang dibuat berhasil diikuti.
Melalui evaluasi ini, kategori yang perlu disesuaikan untuk mendukung efektivitas pengaturan finansial pun bisa diidentifikasi dengan cepat.
Editor: Agus Priwandono











