LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID- Pemkab Lebak melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya lebih mendekatkan pelayanan dasar kesehatan kepada masyarakat. Salah satunya melalui Pusat Kesehatan Masyatakat (Puskesmas) baik puskesmas rawat jalan maupun rawat inap.
Dinkes Kabupaten Lebak mencatat dari 44 Puskesmas, 28 Puskesmas sudah menyediakan rawat inap. Sementara 16 Puskesmas masih merupakan Puskesmas rawat jalan. Karenanya, untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, Dinkes Kabupaten Lebak menargetkan semua puskesmas di daerah yang di pimpin Bupati Hasbi Jayabaya ini menjadi puskesmas dengan rawat inap.
“Kita terus berupaya optimal meningkatkan layanan dasar kesehatan kepada masyarakat. Sepert tahun ini Puskesmas Sobang akan dibangun. Kalau sudah selesai dibangun maka akan didorong menjadi puskesmas rawat inap. Sehingga, jumlah Puskesmas rawat inap terus bertambah,” kata Plt Kepala Dinkes Lebak, Endang Komarudin, Kamis 24 Juli 2025.
Dia mengatakan, dengan luasnya wilayah Kabupaten Lebak maka diperlukan pelayanan tingkat dasar yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Karenanya, pihaknya ke depan menargetkan setiap satu kecamatan terdapat satu puskesmas dengan rawat inap.
‘Ya, baru 28 Puskesmas rawat inap, sementara 16 puskesmas rawat jalan. Dengan adanya Puskesmas rawat inap setidaknya selain mengurai antrian di RSUD, juga memberikan pelayanan lebih dekat ke masyarakat. Tak perlu lagi masyarakat jauh-jauh ke RSUD,” jelasnya.
Selain puskesmas, saat ini pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat juga dilakukan melalui Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos pelayanan Kesehatan Terpadu (Posyandu). Dengan adanya Pustu dan Posyandu di setiap desa, Endang memastikan pelayanan Kesehatan kepada masyarakat dapat dilakukan secara maksimal.
“Kalau kita fokus hanya satu puskesmas setiap kecamatan, dengan wilayah Lebak yang sangat luas, maka tidak semua masyarakat dapat menjangkau ke setiap Puskesmas. Maka dari itu dibangun Puskesmas di wilayah yang mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.
Pengembangan Puskesmas rawat jalan menjadi rawat inap, salah satu kendalanya selain sarana prasana medisnya yang terbatas juga karena lahan di puskesmas yang sulit dikembangkan.
“Terutama sarana, sulit dikembangkan karena keterbatasan lahan,” jelasnya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aditya











