CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pihak manajemen Forbis Hotel Cilegon memberikan klarifikasi terkait kebocoran Rubber Chemical Oil (RCO) yang mencemari aliran Kali Cijalumpang, Lingkar Selatan, hingga memicu keluhan warga Kampung Larangan, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu.
General Manager Hotel Horison Forbis, Luciana Santi, menjelaskan bahwa RCO yang bocor ke jalur resapan air hujan tersebut merupakan bahan bakar alternatif yang baru digunakan pihak hotel.
“Sebenarnya ini adalah bahan bakar alternatif, karena sembilan tahun kami menggunakan solar dan tidak pernah ada masalah,” kata Luciana saat diwawancarai Radar Banten, Sabtu dini hari 9 Agustus 2025.
Ia mengungkapkan, penggunaan RCO dilakukan atas pertimbangan efisiensi biaya. “Terkait harga bahan bakar yang cukup tinggi dan efek dari efisiensi yang ada sekarang, kami akhirnya mencapai bahan bakar alternatif,” terang Luciana.
Ia juga menjelaskan bahwa RCO tersebut datang pada Jum’at siang 8 Agustus 2025. Ia sendiri memastikan bahwa proses pemindahan ke tangki dilakukan secara hati hati.
“Ini baru tiba tadi siang lalu kami pindahkan ke tangki. Sebelumnya kami sudah lakukan pengaman juga dalam artian tidak bocor,” jelasnya.
Namun, menurut Luciana, kebocoran terjadi karena faktor tekanan saat tangki mulai terisi penuh.
“Ternyata berhubungan dengan tekanan, mulai banyak isinya jadi bocor dan lari ke jalur resapan air hujan, di mana jalur ini tidak terhubung dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) kami,” ungkapnya.
Luciana menegaskan bahwa pihak hotel baru mengetahui peristiwa tersebut sekitar pukul 20.00 WIB. Ia juga membantah anggapan kelalaian, dengan menyebut manajemen telah berupaya mengantisipasi kebocoran.
Untuk membantu warga terdampak, manajemen mengaku telah mengirimkan bantuan darurat.
“Saat ini kami sudah mengirimkan hal yang esensial seperti master untuk pertolongan pertama, susu beruang, kami juga sudah kirimkan dokter ke lokasi titik kumpul warga,” tutur Luciana.
Reporter: Adam Fadillah
Editor: Aditya











