LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pembangunan Tol Serang–Panimbang (Serpan) kembali menuai sorotan setelah puluhan hektare lahan sawah milik warga di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, terendam banjir pada Rabu 6 Agustus 2025 lalu.
Diketahui, banjir tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Debit air yang tinggi tidak dapat mengalir dengan lancar karena beberapa titik drainase tidak mengalir dengan baik.
Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, mengatakan pentingnya menjaga ketahanan pangan sebagai bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia memastikan tidak ada lahan sawah produktif yang mengalami gagal panen di wilayahnya.
“Saya memastikan kepada Kadis Pertanian bahwa tidak ada sawah produksi yang gagal panen, hal ini sejalan dengan salah satu program Asta cita Bapak Presiden RI dalam sektor Swasembada dan ketahan pangan yang merupakan kebutuhan paling utama untuk masyarakat,” ujar Hasbi saat berada di proyek jalan tol Serang-Panimbang, Senin 11 Agustus 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi langkah cepat PT. WIKA yang telah melakukan koordinasi dan tindakan teknis di lapangan guna mengantisipasi permasalahan irigasi di area persawahan.
“Saya mengapresiasi PT WIKA yang telah bergerak cepat melakukan pengerukan saluran air di sekitar lahan sawah. Kolaborasi seperti ini penting dalam membangun daerah dan khususnya membangun Lebak secara bersama-sama” pungkasnya
Sementara itu, manajemen Wijaya Karya Serang Panimbang (Wika Serpan) Muhammad Albagir sekaligus Manajer Pemasaran dan Pengembangan usaha Wika Serpan, menyampaikan memahami kondisi kepada masyarakat.
“Ya sebenarnya masyarakat tentu saja boleh berpendapat, boleh menduga-duga tapi kan kembali lagi apa kalau menurut saya banjir itu bukan hanya satu dua hal faktornya. Bisa jadi ada multi faktor, bisa jadi ada beberapa hal yang menjadi faktor,” katanya.
Ia menyebutkan, bahwa pihaknya sudah melakukan peninjauan lapangan. Menurutnya penyebab banjir bukan drainase pada wilayah Tol Serang Panimbang.
“Nah, kemarin ketika kami cek di lapangan, drainase kami, ini kan kita ngomongin lingkup berarti ya, tanggung jawab apa namanya dari aset yang kami miliki. Memang setelah kami melakukan pengecekan di lapangan, drainase yang terikat tol itu enggak ada masalah sebenarnya,” terangnya.
Editor: Bayu Mulyana











