PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah tenaga kesehatan melakukan aksi heroik dengan menyebrangi arus Sungai Cangkore yang mengalir deras meluap menutupi akses jalan dan jembatan Cangkore, Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. Aksi heroik para Nakes menjadi bukti nyata dedikasi untuk dapat melayani masyarakat yang bertepatan pada Hari Pahlawan ke-80, Senin, 10 November 2025.
Sejumlah Nakes melakukan aksi heroik ialah Eva Anggraeni, Amd.Keb, Nunung Musyiani Safitri, Amd.Keb., Mimin Susilawati, Amd.Keb., dan Nurjanah, Amd.Keb. Mereka merupakan tenaga kesehatan yang tanpa rasa takut harus berjibaku melewati Jembatan Cangkore yang sudah lama ambruk.
Jembatan Cangkore merupakan satu-satunya akses menuju SD Cikadongdong 1, tempat berlangsungnya kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada hari pahlawan.
Meski kondisi jembatan sangat memprihatinkan, dengan bebatuan licin dan tiang sudah ambruk, para bidan itu tetap melangkah dengan hati-hati dan penuh keberanian. Rasa was-was tak mampu menghalangi semangat mereka untuk menyehatkan generasi bangsa.
Salah satu warga Kecamatan Cikeusik, Agus mengaku, salut dengan para nakes yang nekat menyebrangi aliran Sungai Cangkore tengah mengalir deras.
“Aksi heroik para Nakes ini patut mendapatkan apresiasi. Dimana mereka tetap menjalankan tugas menerjang arus sungai tengah meluap,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin, 10 November 2025.
Para Nakes sangat berani sekalipun harus mempertaruhkan dirinya hanyut pada saat menerjang arus Sungai Cangkore. Hal itu mereka demi bisa datang tepat waktu dalam kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah.
“Kehadiran mereka disambut haru oleh para guru dan siswa. Kegiatan imunisasi berjalan dengan lancar meskipun medan yang ditempuh sangat berat,” katanya.
Agus memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para Nakes telah melakukan aksi heroik dalam menjalankan tugasnya.
“Saya tentu ikut bangga melihat kerja keras mereka. Tidak hanya bekerja, tapi benar-benar berjuang demi masyarakat Cikeusik,” katanya.
Kepala UPT Puskesmas Cikeusik Alik Wahyudi mengucapkan, terima kasih dan bangganya kepada seluruh tim yang telah melaksanakan kegiatan dengan penuh tanggung jawab.
“Kami sangat mengapresiasi perjuangan para bidan yang telah berjuang tanpa kenal lelah demi suksesnya Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Terima kasih juga kepada pihak sekolah yang telah bekerja sama dengan baik,” katanya.
Aksi heroik para tenaga kesehatan ini menjadi cerminan nyata bahwa semangat kepahlawanan tidak hanya diwariskan di medan perang.
“Tetapi juga di setiap langkah perjuangan kecil yang membawa kebaikan bagi sesama,” katanya.
Salah satu Nakes, Eva Anggraeni mengatakan, kalau ia bersama rekan kerjanya terpaksa harus melewati arus sungai karena merupakan jalan terdekat.
“Kalau kami tidak datang, anak-anak di sekolah itu bisa tertunda imunisasinya. Ini tugas dan tanggung jawab kami,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan










