SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dewa United FC berhasil memenangkan duel sengit bertajuk Derby Banten setelah menaklukkan rival sekota, Persita Tangerang, dengan skor tipis 1-0 di Banten International Stadium (BIS) pada Sabtu sore 29 November 2025.
Satu-satunya gol penentu kemenangan Dewa United dicetak oleh penyerang asing andalan mereka, Alex Martins Ferreira, melalui eksekusi penalti pada menit ke-37. Kemenangan ini sangat krusial bagi Banten Warrior karena berhasil memutus tren negatif mereka dan diklaim Pelatih Jan Olde Riekerink sebagai pondasi awal kebangkitan tim.
Persita Tangerang tampil menekan dan mendominasi penguasaan bola di babak pertama. Tim tamu sempat mendapatkan beberapa peluang emas, termasuk penyelamatan krusial yang dilakukan kiper Dewa United, Sonny Ricardo, pada menit ke-18. Laga ini diwarnai drama VAR berulang kali. Peninjauan pertama (menit ke-31) terkait potensi penalti untuk Persita berujung tidak ada penalti.
Namun, drama berbalik pada menit ke-37. Setelah peninjauan VAR, wasit memutuskan memberikan penalti kepada Dewa United. Alex Martins yang maju sebagai algojo sukses mengubah skor menjadi 1-0 yang bertahan hingga jeda.
Di babak kedua, Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, melakukan perubahan dengan memasukkan pemain kreatif Egy Maulana Vikri di menit ke-65. Perubahan ini membuat Dewa United mulai menemukan ritme dan melakukan serangan-serangan terstruktur ke arah pertahanan Persita.
Meskipun Persita melakukan high press hingga injury time yang mencapai 10 menit, lini belakang Dewa United yang disebut kiper Sonny Ricardo “sudah beradaptasi dan ada blok di depan” berhasil mempertahankan keunggulan. Peninjauan VAR kembali dilakukan di penghujung laga (90+6′) terkait potensi penalti untuk Dewa United, namun hasilnya kembali tidak ada penalti.
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menjelaskan alasannya menempatkan Egy Maulana di babak kedua. “Saya setuju, Egy masuk serangan meningkat, tapi saya butuh pemain yang bisa bertahan. Egy bisa, tapi jangan lupa dia pemain kreatif,” jelas Riekerink, menegaskan bahwa hasil ini adalah tanggung jawab tim dan menjadi pondasi awal.
Sementara itu, Pelatih Persita, Carlos Pena, mengungkapkan kekecewaan mendalam. Ia menyoroti buruknya finishing timnya meski sudah melakukan tekanan sejak awal dan mendapatkan banyak peluang. Selain itu, Pena juga melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit.
“Sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. Kepemimpinan wasit harus lebih ditingkatkan,” tegas Pena.
Reporter: Atala Gen RB/Eko Fajar A
Editor: Agung S Pambudi











