SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Persib Bandung akan menjamu Persita Tangerang pada laga pekan ke-22 Super League 2025/2026 di Gelora Bandung Lautan Api, Minggu, 22 Februari 2026. Maung Bandung jelas mengincar kemenangan atas Pendekar Cisadane itu untuk menghindari kejaran Borneo FC yang tertinggal satu poin di peringkat kedua klasemen sementara Super League 2025/2026.
Sepanjang musim ini, Pangeran Biru belum terkalahkan saat bermain di kandang.
Sejak Agustus 2025, Persib belum merasakan kekalahan di hadapan Bobotoh. Mulai dari kemenangan atas tamunya dari Australia, Western Sydney Wanderers, dalam laga pramusim hingga pertandingan pamungkas di AFC Champions League Two (ACL 2) melawan Ratchaburi FC.
Dari 14 pertandingan kandang yang sudah dimainkan, Persib mencatat 13 kemenangan, 10 di antaranya di Super League, dan hanya sekali imbang melawan Lion City Sailors. Di Super League, Beckham Putra Nugraha dan kawan-kawan mencetak 16 gol dan hanya kebobolan satu gol.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, memberikan apresiasi tinggi untuk Bobotoh yang selalu memberikan dukungan fantastis di Stadion GBLA. Menurutnya, hasil positif Persib di kandang tak lepas dari dukungan Bobotoh. Dia mengatakan Bobotoh selalu mengisi tribun GBLA. Kehadirannya memberikan energi positif yang sangat luar biasa bagi tim di lapangan.
“Ini (dukungan Bobotoh) adalah keuntungan besar bagi kami setiap kali bermain di kandang,” kata Hodak dalam rilis Persib.
Pelatih asal Kroasia itu mengungkapkan betapa besarnya dampak psikologis dari teriakan Bobotoh terhadap tim tamu.
“Tidak mudah bagi lawan untuk bermain di bawah tekanan suporter yang terus bernyanyi sepanjang laga,” ujarnya.
Namun, Hodak juga menyayangkan masih adanya aksi segelintir orang yang dinilai merusak citra positif Persib dan Bobotoh. Pada laga terakhir di Bandung, mereka melakukan aksi tidak tertib yang berisiko mendatangkan sanksi denda bagi klub.
“Tapi ada 100 orang yang merusak semua ini. Mereka datang ke sini dan melakukan ‘pesta pribadi’ mereka sendiri. Selain itu, 29.900 suporter lainnya fantastis,” ucapnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











