PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 250 siswa terdiri dari 5 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Pandeglang ikut berpartisipasi dalam Gelar Seni Unggulan Sekolah (Genius) yang digelar di Balai budaya Pandeglang.
Berdasarkan pantauan RADARBANTEN.CO.ID di lokasi, tampak para siswa dengan dibalut pakaian kesenian adat budaya menunjukkan ekspresi kreativitasnya dalam acara yang ditampilkan di atas panggung tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang, Rahmat Zultika mengatakan, Genius merupakan salah satu program kegiatan unggulan Pemerintah Kabupaten Pandeglang di tahun 2025.
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk pergelaran kreativitas seni yang melibatkan sekolah-sekolah di wilayah setempat.
“Ini merupakan batch kedua di tahun ini. Sebelumnya batch pertama sudah dilaksanakan pada bulan Agustus lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan sekaligus agar anak-anak SD dan SMP lebih mengenal budaya kita,” kata Rahmat Zultika, Sabtu 29 November 2025.
Rahmat menjelaskan, pada pelaksanaan batch kedua ini, sebanyak 10 sekolah turut ambil bagian untuk unjuk gigi.
Peserta terdiri dari lima Sekolah Dasar (SD) yang tampil pada siang hari, dan lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tampil pada malam harinya.
Menurut Rahmat, Genius hadir untuk memfasilitasi sekolah-sekolah yang memiliki kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) seni.
Pemerintah daerah berupaya memberikan panggung agar para siswa tidak hanya sekadar berlatih di sekolah, tetapi juga mendapatkan apresiasi melalui pertunjukan resmi.
“Sekolah-sekolah yang punya ekskul seni kita bina dan undang untuk tampil di sini. Jadi mereka bukan hanya latihan, tapi bisa diapresiasikan dalam panggung seni ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rahmat berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang pembinaan talenta muda sejak dini, baik di tingkat SD maupun SMP.
Selain itu, panggung Genius ini diharapkan menjadi media latihan mental dan persiapan bagi para siswa untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, seperti Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) atau Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI).
“Ini fokusnya pada kreasi seni sekolah. Kita harapkan nanti saat ada lomba seperti FLS2N atau FTBI, mereka sudah siap karena sudah terbiasa tampil,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi










