RADARBANTEN.CO.ID — Seorang influencer kebugaran asal Rusia, Dmitry Nuyanzin, meninggal dunia setelah menjalani diet ekstrem berbahaya untuk konten media sosial.
Ia melakukan tantangan menaikkan berat badan hingga 25 kilogram dalam waktu singkat. Setelah itu, ia berencana menurunkannya kembali.
Menurut laporan Disway.id, Dmitry mengonsumsi hingga 10.000 kalori per hari. Jumlah itu jauh melebihi kebutuhan normal orang dewasa.
Sebagai hasilnya, tubuhnya mengalami tekanan berat. Organ vitalnya bekerja jauh di luar batas aman.
Selain itu, ia menjalani fase bulking ekstrem sebagai bagian promosi program diet pribadinya. Namun, metode itu justru memicu risiko fatal.
Media Rusia, Ostorozhno Novosti, melaporkan Dmitry naik 13 kilogram dalam 30 hari. Berat badannya menembus 100 kilogram.
Selanjutnya, kondisi fisiknya mulai menurun drastis. Ia mengalami kelelahan berat dan gangguan kesehatan serius.
Pada akhirnya, jantung Dmitry tidak mampu menahan tekanan ekstrem tersebut. Ia meninggal akibat henti jantung mendadak.
Sementara itu, kasus ini langsung menyita perhatian publik global. Komunitas kebugaran pun ikut bereaksi keras.
Pakar kesehatan menegaskan, diet ekstrem tanpa pengawasan medis sangat berbahaya. Metode ini bisa berdampak fatal.
Lebih lanjut, tren konten kebugaran ekstrem dinilai kerap mengabaikan keselamatan. Edukasi kesehatan tetap harus menjadi prioritas.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aas Arbi











