SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan Provinsi Banten menyiapkan 94 posko kesehatan untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan masyarakat selama arus mudik Lebaran 2026, termasuk kemungkinan penularan penyakit campak pada anak-anak.
Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, puluhan posko kesehatan tersebut disiagakan di berbagai titik jalur mudik yang dilalui pemudik.
Selain posko kesehatan, layanan juga didukung oleh 254 puskesmas, 135 rumah sakit, serta 45 unit ambulans yang disiagakan untuk layanan kegawatdaruratan melalui Public Safety Center (PSC) 119.
“Di setiap posko kami menyediakan layanan lengkap, mulai dari pengobatan, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga edukasi kesehatan,” ujarnya, Minggu 15 Maret 2026.
Tidak hanya layanan medis, beberapa posko kesehatan juga menyediakan layanan tambahan seperti pemijatan dan jamu gratis bagi pemudik yang kelelahan selama perjalanan.
Ati mengatakan, mengingat adanya potensi peningkatan kasus campak, pihaknya juga menyiapkan vaksin campak di setiap posko kesehatan.
“Karena ada potensi KLB campak, kami juga menyediakan vaksin campak di setiap posko kesehatan,” katanya.
Sebelumnya, Dinkes Banten mencatat terdapat sekitar 2.000 kasus suspek campak pada awal tahun 2026 berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan masyarakat di tingkat puskesmas.
Jumlah tersebut dinilai berpotensi mengarah pada Kejadian Luar Biasa (KLB). Sebab, pada tahun 2025 lalu Dinkes Banten mencatat sedikitnya 6.000 kasus suspek campak di wilayah tersebut.
Karena itu, berbagai langkah antisipasi terus dilakukan agar penyebaran penyakit dapat dicegah, khususnya selama mobilitas masyarakat meningkat pada masa mudik Lebaran.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Aas Arbi











