CILEGON – Pemerintah menargetkan budaya mudik Lebaran 2026 berjalan aman dan lancar. Untuk itu, TNI dan Polri ditugaskan mengawal perjalanan pemudik yang diperkirakan mencapai 143 juta orang agar selamat.
Saat meninjau kesiapan pelayanan mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Jumat (13/3), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Pratikno menegaskan target pemerintah itu. “Kami baru saja melaksanakan rapat koordinasi dan peninjauan di Pelabuhan Merak. Target kita adalah agar mudik tahun ini berjalan aman, lancar, dan selamat. Perkiraan pemudik tahun ini lebih dari 143 juta orang dan biasanya hasil survei di lapangan bisa lebih tinggi lagi,” ujarnya.
Pratikno didampingi Menhub RI Dudy Purwagandhi, Mendagri RI Tito Karnavian, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menko Polkam RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Menkes RI Budi Gunadi Sadikin, serta Men PPPA RI Arifah Fauzi.
Kemudian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Pejabat Utama Mabes Polri, serta Forkopimda Provinsi Banten.
Pratikno menjelaskan, periode mudik diperkirakan berlangsung cukup panjang, 18-29 Maret 2026. Libur panjang, kebijakan flexible working bagi ASN, cuti bersama, hingga Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri menjadi perhatian pemerintah.
“Banyak inovasi yang dimunculkan tahun ini. Tahun lalu, tingkat kepuasan masyarakat sangat tinggi dan kita harapkan tahun ini bisa lebih baik lagi. Namun, kita tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan yang tidak terduga, seperti faktor cuaca dan lainnya,” jelasnya.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menambahkan, sejumlah inovasi disiapkan untuk meningkatkan pelayanan dan mengurai potensi antrean kendaraan di kawasan penyeberangan. “Khususnya di wilayah penyeberangan, ada beberapa inovasi tambahan yang kita siapkan, seperti penambahan buffer zone dan optimalisasi pelabuhan tambahan. Hal ini diharapkan dapat mengurai antrean kendaraan yang setiap tahun menjadi perhatian,” ucapnya.
Sigit menjelaskan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan informasi yang tersedia, termasuk command center dan media center yang menyediakan informasi kondisi lalu lintas maupun kebijakan terbaru terkait arus mudik secara real time.
“Kami juga menyiapkan pengamanan di atas kapal serta menyiagakan personel di wilayah Lampung apabila ada potensi gangguan kamtibmas. Selain itu, tersedia berbagai layanan bagi pemudik seperti pos pelayanan, dapur lapangan, dan fasilitas lainnya,” jelasnya.
Sementara, Menhub RI Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasi terhadap berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh seluruh pihak dalam menghadapi arus mudik 2026. “Di Merak nanti akan disediakan empat pelabuhan, dengan dukungan 14 kapal yang beroperasi di Ciwandan dan Bojonegara. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dengan harapan arus kendaraan menuju Sumatera bisa lebih lancar,” ungkapnya.
Ia mengingatkan seluruh pihak untuk mewaspadai potensi lonjakan pemudik yang kemungkinan terjadi pada 13-15 Maret 2026. “Kami juga mengantisipasi faktor cuaca melalui berbagai langkah, termasuk kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca apabila diperlukan,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan angka kecelakaan selama periode mudik dalam beberapa tahun terakhir terus menurun. “Salah satu langkah yang kita lakukan adalah memberikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengemudi kendaraan umum. Program ini untuk memastikan pengemudi dalam kondisi sehat saat menjalankan tugasnya. Kementerian Kesehatan juga menyiapkan pos kesehatan dengan fasilitas yang lebih lengkap di sejumlah titik rawan kecelakaan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat,” ucapnya. (dre/don)
Reporter : Andre AP
Editor : Agus Priwandono











