CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mencatat capaian signifikan dalam program beasiswa pendidikan tinggi.
Sebanyak 702 mahasiswa penerima Beasiswa Full Sarjana angkatan 2021 telah dinyatakan lulus, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Baja.
Analis Kebijakan Ahli Madya Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Cilegon, Muhammad Ali Irfan, mengungkapkan, dari total penerima beasiswa, saat ini masih terdapat 2.797 mahasiswa yang masih menjalani pendidikan pada tahun 2026.

“702 sudah lulus dari program beasiswa full sarjana tahun 2021. Sisanya masih berjalan, totalnya ada 2.797 di tahun ini,” ujarnya.
Ia menilai, tingkat penyerapan lulusan ke dunia kerja dalam waktu enam bulan pasca kelulusan di proyeksikan berjalan dengan baik. Diperkirakan sekitar 10 hingga 20 persen lulusan bakal terserap di dunia kerja
Untuk mengukur efektivitas program, Pemkot Cilegon berencana melakukan tracer study terhadap para lulusan.
Survei tersebut akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan guna mengetahui sejauh mana lulusan terserap di dunia kerja serta relevansi pendidikan yang ditempuh.
Terkait keterlibatan dunia usaha, Ali Irfan menyebut Forum Corporate Social Responsibility (CSR) masih dalam tahap awal dan belum berjalan secara maksimal.
Namun, pihaknya mendorong agar program beasiswa juga dapat diperkuat melalui kolaborasi dengan industri.
“Forum CSR juga punya program, salah satunya beasiswa. Kita usulkan agar bisa membawa proposal ke industri,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Kota Cilegon, Rahmatullah, menjelaskan bahwa Pemkot tengah memperkuat tahapan persiapan bagi calon penerima beasiswa Cilegon Juare.
Salah satunya melalui koordinasi dengan guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah.
“Setelah sinkronisasi ini, kita akan berikan pembekalan melalui guru BK dan masuk ke sekolah-sekolah, termasuk informasi terkait kelas persiapan dan mekanisme pendaftaran,” jelasnya.
Rahmatullah menambahkan, jumlah kuota penerima beasiswa Cilegon Juare terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Pada 2025 tercatat sebanyak 511 penerima, sementara pada 2026 meningkat menjadi 763 penerima.
Kenaikan tersebut merupakan respons atas masukan dari sejumlah perguruan tinggi yang mengusulkan penambahan kuota.
Meski demikian, tidak seluruh pembiayaan program dapat ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Oleh karena itu, Pemkot Cilegon menggandeng dunia usaha melalui forum CSR, khususnya untuk mendukung pembiayaan kelas persiapan bagi siswa SMA sederajat yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
“Di sinilah peran CSR sangat penting, agar bisa berkolaborasi dalam mendukung pembiayaan yang tidak bisa dianggarkan melalui APBD,” ujarnya. (ADV)











