PANDEGLANG, RADARANTEN.CO.ID – Pilihan tempat nongkrong di Kabupaten Pandeglang kian bertambah. Salah satu kafe baru yang bisa jadi rekomendasi adalah Bondi Heritage yang berlokasi di Kampung Ciinjuk, Kecamatan Cadasari.
Kafe ini menawarkan konsep berbeda dibandingkan tempat sejenis di Pandeglang.
Tim Manajerial Bondi Heritage, Muhammad Gibran Bhistarasena Arighi atau yang akrab disapa Gebie, mengatakan pihaknya mengusung konsep Italia klasik yang dipadukan dengan sentuhan modern.
“Kalau konsep utama, kita ambil tema klasik Italia. Terlihat juga dari logo yang terinspirasi dari brand kopi klasik di Italia. Kita ingin tampil beda, lebih elegan, tapi tetap mengikuti perkembangan zaman,” kata Gebie saat ditemui, Jumat 17 April 2026.
Menurutnya, konsep tersebut dipilih karena Bondi Heritage memiliki area yang cukup luas, sehingga dinilai lebih cocok mengusung tema klasik dibanding konsep industrial yang sudah banyak digunakan kafe lain.
“Dengan lahan yang luas, sayang kalau dibuat konsep yang sempit. Kita ingin pengunjung tidak hanya ngopi, tapi juga merasakan suasana seperti liburan,” ujarnya.
Makna Nama Bondi Heritage
Gebie menjelaskan, nama Bondi sendiri merupakan gabungan dari dua nama pemilik kafe, yakni Bonner dan Deddy. Sementara kata ‘Heritage’ memiliki makna harapan agar kafe ini menjadi tempat yang bertahan lama dan terus diminati.
“Harapannya ini jadi semacam warisan, tempat yang tidak lekang oleh waktu dan terus jadi favorit masyarakat,” jelasnya.
Untuk target pasar, Bondi Heritage tidak hanya menyasar pecinta kopi, tetapi juga masyarakat umum yang gemar mencari tempat dengan suasana nyaman dan estetik.
“Kita ingin jadi tempat all in one. Orang bisa ngopi, makan enak, sekaligus menikmati suasana dan spot foto yang menarik,” ungkapnya.
Dari sisi menu, Bondi Heritage menawarkan berbagai pilihan minuman dan makanan dengan harga yang relatif terjangkau.
Untuk minuman kopi, caramel macchiato serta kopi susu original dan aren menjadi menu favorit pengunjung. Selain itu, ada juga minuman non-kopi seperti mocktail ‘Cloud of Pink’ yang memadukan rasa mangga, leci, dan stroberi.
Sementara untuk makanan cukup ramah dikantong, harga dibanderol mulai Rp15 ribu hingga Rp60 ribu. Sedangkan minuman berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp30 ribu.
“Harga kita sesuaikan supaya tetap ramah untuk pelajar, mahasiswa, sampai keluarga,” katanya.
Dalam menarik minat pengunjung, manajemen mengedepankan pelayanan sebagai kunci utama. Seluruh karyawan dibekali pelatihan etika pelayanan agar memberikan kesan pertama yang baik bagi pelanggan. Selain itu, promosi juga dilakukan melalui media sosial dan menggandeng influencer lokal.
“Kita undang beberapa influencer dari Pandeglang, dan juga aktif promo di Instagram. Alhamdulillah respons masyarakat cukup bagus,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam tahap penyempurnaan fasilitas dan penataan area kafe. Saat ini, Bondi Heritage masih dalam tahap soft opening dan akan segera melaksanakan grand opening.
“Tantangan utama di perlengkapan alat dan penyesuaian area. Tapi pelan-pelan kita benahi,” katanya.
Ke depan, Bondi Heritage menargetkan dapat bertahan dalam jangka panjang dan terus menjadi destinasi favorit masyarakat di wilayah Pandeglang umumnya Banten.
Editor: Abdul Rozak











