LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Petani di Kampung Cidadap, Desa Gubugan Ciberem, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak mulai melakukan percepatan masa tanam padi menyusul curah hujan yang masih turun di wilayah tersebut. Kendati saat ini telah memasuki musim kemarau basah.
Para petani memanfaatkan kondisi cuaca yang masih mendukung untuk menggarap sawah dan menanam padi agar kebutuhan air tanaman tetap tercukupi.
“Kami memajukan masa tanam padi seminggu lalu, mungpung hujannya masih ada walaupun jarang-jarang. Kalau menunggu terlalu lama takut nanti masuk musim panas dan air sawah berkurang,” kata Elik petani di Desa Gubugan Ciberem, Kecamatan Maja, Minggu 10 Mei 2026.
Percepatan masa tanam itu juga dilakukan, kata Elik setelah adanya imbauan dari Dinas Pertanian Kabupaten Lebak kepada para petani agar segera melakukan penanaman padi guna mengantisipasi perubahan cuaca dan menjaga produktivitas pertanian.
“Mungpung hujan yang masih turun menjadi dan pasokan air dari subgai Ciberem untuk areal persawahan masih cukup tersedia,” katanya.
Ia menjelaskan, para petani di wilayahnya berharap musim tanam kali ini dapat berjalan lancar sehingga hasil panen nanti lebih baik dibanding sebelumnya.
Selain itu, percepatan tanam juga dilakukan agar jadwal panen tidak mundur terlalu jauh.
“Sebagian petani bahkan sudah lebih dulu melakukan penyemaian bibit sejak beberapa pekan terakhir. Saat ini para petani mulai memindahkan bibit ke lahan sawah yang sudah selesai dibajak,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak Rahmat mengimbau para petani untuk mempercepat pelaksanaan tanam padi serempak jelang peralihan musim dari hujan ke kemaru.
“Kami mengimbau kepada para perani umum mempercapat tanam padi mengingat saat ini masih ada hujan. Musim kemarau diperikirakan akan berlangaung hinggq Oktober. Puncaknya, akan berlangsung di nukan Juli,” kata Rahmat.
Ia mengatakan, percepatan tanam dilakukan menjelang masa peralihan musim dari penghujan ke kemarau agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan petani dapat memaksimalkan ketersediaan air.
“Jelang pergantian muaim hujan ke kemarau tahun ini kami menargetkan penanaman padi serempak seluas 20 ribu hektare. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi menghadapi musim kemarau,” ujarnya.
Editor: Bayu Mulyana











