SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pembangunan Flyover Frontage Unyur di Kota Serang mulai memasuki tahap pekerjaan fisik.
Seiring dimulainya proyek tersebut, akses jalan di kawasan frontage Unyur resmi ditutup mulai Minggu, 10 Mei 2026.
Lurah Unyur, Nana Heryatna menyebut pembangunan Flyover Frontage Unyur di Kota Serang sebenarnya sudah mulai dikerjakan sejak 1 Mei 2026.
Saat ini, akses jalan di kawasan frontage Unyur juga mulai ditutup untuk mendukung proses pembangunan proyek tersebut.
Menurut Nana, agenda ground breaking Flyover Unyur dijadwalkan berlangsung pada 13 Mei 2026 mendatang dan direncanakan dihadiri Gubernur Banten apabila tidak ada perubahan jadwal.
“Kalau tanggal 13 Mei itu rencana ground breaking. Kalau pekerjaan sebenarnya sudah mulai berjalan sejak 1 Mei,” kata Nana, Minggu 10 Mei 2026.
Ia menjelaskan, penutupan jalur dilakukan karena pembangunan flyover telah memasuki tahap pekerjaan fisik.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta menyesuaikan jalur perjalanan menuju sekolah maupun tempat kerja.
“Senin pagi semua orang harus cari alternatif untuk menuju sekolah atau tempat kerja,” ujarnya.
Nana mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan selama proses pembangunan berlangsung.
Penyekatan dilakukan menggunakan barrier, sementara petugas dari Dinas Perhubungan dan kepolisian diterjunkan untuk mengatur arus kendaraan di sekitar proyek Flyover Unyur.
“Kami lakukan penyekatan menggunakan barrier dan ada petugas Dishub serta kepolisian,” ucapnya.
Selain itu, pengaturan lampu lalu lintas di kawasan Kaligandu juga disesuaikan agar antrean kendaraan dapat terurai.
“Lampu merah Kaligandu dibuat lebih lama supaya ada jeda antrean kendaraan,” tambah Nana.
Ia menyampaikan, rekayasa lalu lintas tersebut akan diterapkan selama lima bulan ke depan sambil melihat perkembangan situasi di lapangan.
“Kalau nanti ada perubahan situasi atau pergeseran arus kendaraan, rekayasa lalu lintas juga bisa berubah,” katanya.
Nana mengatakan, pembangunan Flyover Frontage Unyur ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026 sehingga masyarakat tidak lagi mengalami antrean panjang di perlintasan kereta api.
“Kalau sudah ada flyover, masyarakat tidak perlu lagi waswas menunggu palang pintu kereta tutup atau kereta lewat,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











