SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Camat Bojonegara, Asep Sofwatullah, menyebut masih banyak truk tambang yang melintas di jalan raya Bojonegara-Puloampel di luar jam operasional yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Provinsi Banten.
Hal ini tentunya menganggu aktifitas sekaligus kenyamanan masyarakat yang juga menggunakan jalur tersebut.
Asep mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak truk odol yang melintasi jalan raya Bojonegara-Puloampel diluar jam operasional kendaraan yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Banten, Andra Soni.
“Masih banyak yang melintas diluar jam operasional, mayoritas dari luar Banten. Kita berharap aparat bisa menegakkan peraturan gubernur soal jam operasional, sehingga aktifitas warga tidak terganggu dan terancam keselamatannya,” ujarnya, Rabu 10 Juni 2026.
Ia menuturkan jika lalulintas kendaraan truk yang berbarengan dengan kendaraan kecil seperti motor dan minta bus sangat membahayakan. Pasalnya, pengendara truk jarak pandangnya sangat terbatas sehingga kadang tidak melihat sepeda motor didepannya.
“Ditambah lagi kondisi jalan yang kecil sehingga membuat potensi kecelakaan untuk pengendara sepeda motor semakin besar,” ujarnya.
Ia pun mendesak agar pelebaran jalan raya Bojonegara-Puloampel bisa segera direalisasikan sehingga nantinya lalulintas masyarakat bisa berjalan lancar serta pengendara sepeda motor bisa merasa aman saat melintasi jalur tersebut.
“Bagi warga harga mati pelebaran jalan. Karena percuma kalau jalan Bojonegara itu diperbaiki atau dibagusin sementara tidak dilakukan pelebaran. Jalan satu-satunya adalah melakukan pelebaran dua lajur empat jalur,” pungkasnya.
Lebih lanjut, ia pun menghimbau kepada warga yang berasal dari luar Bojonegara-Puloampel untuk senantiasa berhati-hati serta membatasi kecepatan saat melintasi jalur tersebut. Pasalnya, mereka belum tahu secara pasti kondisi jalan dan trek jalur tersebut.
Editor: Bayu Mulyana











