PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani menyerahkan dokumen lahan seluas 26,5 hektar untuk calon lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi kepada Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah).
Penyerahan dokumen lahan dilakukan secara langsung oleh Bupati Pandeglang kepada Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Mochamad Salim Somad.
Waktu penyerahan berlangsung pada saat menghadiri Rapat Koordinasi Penetapan Lokasi Penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang berlangsung dalam gedung Artria Hotel Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Kamis, 11 Juni 2026.
Rapat koordinasi bersama Kemendikdasmen membahas sejumlah agenda penting, yakni konfirmasi legalitas lahan, kesiapan lokasi, aksesibilitas, potensi peserta didik, hingga dukungan administrasi dari pemerintah daerah.
Adapun lahan untuk Sekolah Terintegrasi seluas 26,5 hektar berlokasi, Desa Pasir Awi, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemendikdasmen yang telah memberikan perhatian kepada Kabupaten Pandeglang.
“Pemkab Pandeglang sudah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 26,5 hektar untuk Sekolah Nasional Terintegrasi. Yang menjadi program strategis nasional Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,” katanya.
Bupati Dewi menegaskan, penyiapan lahan seluas 26,5 hektar merupakan bentuk dukungan hadirnya Sekolah Terintegrasi dalam memajukan dunia pendidikan.
Kehadiran Sekolah Terintegrasi akan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan pendidikan berjenjang dalam satu kawasan.
“Sekolah ini dirancang untuk menggabungkan beberapa jenjang pendidikan (seperti PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA) dalam satu lokasi atau sistem yang terstruktur. Konsep ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih tertata dan representatif,” katanya
Sekolah Terintegrasi merupakan salah satu gagasan strategis Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk memperkuat pemerataan dan mutu pendidikan di Indonesia.
Berfokus pada pemerataan pendidikan berkualitas bagi keluarga prasejahtera (desil 3-5), kurikulum berkelanjutan, dan vokasi sesuai potensi wilayah.
“Pembangunan sekolah terintegrasi harus segera terealisasikan karena dinilai memiliki dampak yang sangat positif. Terutama bagi masyarakat kurang mampu dalam mengakses pendidikan yang berkualitas dan terjangkau,” katanya
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











