PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani membuka acara Panggung Kreasi Santri dan Haflah Khataman di Pondok Pesantren Al-Madina, Kampung Kadubincarung, Desa Kadubale, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.
Panggung Kreasi Santri ini adalah ajang pentas seni dan unjuk bakat yang diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi santri untuk mengekspresikan kreativitas bidang seni, sastra, dan budaya tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Sekaligus sarana untuk menggali dan mengasah potensi santri di luar bidang akademik dan keagamaan, seperti seni musik Islami, tari kreasi, teater, hingga pidato multibahasa.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Madina, K.H. Dedi Humaedi, mengatakan bahwa seluruh santri didorong untuk belajar secara sungguh-sungguh, baik dalam pendidikan formal maupun nonformal.
“Alhamdulillah, para santri telah dibekali berbagai kemampuan, termasuk penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris,” katanya, Sabtu, 4 Juli 2026 malam.
KH Dedi berharap, melalui kegiatan Panggung Kreasi Santri, para santri semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi diri, memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk bekal masa depan.
“Semoga para santri mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani berharap, para santri dapat terus mengasah kemampuan serta kreativitas selama menempuh pendidikan pondok pesantren.
“Kita harus memiliki kemampuan. Panggung kreasi ini menjadi wadah untuk mengasah keterampilan, mengembangkan ide, dan menuangkan gagasan,” katanya.
Bupati Dewi mengapresiasi sistem pendidikan Pondok Pesantren Al-Madina yang tidak hanya mengembangkan kreativitas seni.
“Tetapi juga membekali santri dengan jiwa kewirausahaan serta pendidikan akhlakul karimah,” katanya.
Editor Daru











