CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh putra daerah Kota Cilegon di kancah internasional. Almahyra Cyrilla Sastroisvara atau yang akrab disapa Mahyra (5), putri pertama Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, berhasil meraih dua penghargaan pada ajang 13th Asia Arts Festival 2026 di School of the Arts (SOTA) Concert Hall, Singapura.
Dalam festival seni tingkat Asia yang berlangsung pada 6–12 Juli 2026 itu, Mahyra sukses membawa pulang Silver Trophy pada kategori Solo Hip Hop Dance serta Gold Trophy pada kategori Folk Traditional Duo, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di hadapan peserta dari berbagai negara.
Pada penampilan pertamanya, Mahyra tampil di kategori Solo Hip Hop Dance. Ia menjadi satu-satunya peserta asal Indonesia sekaligus peserta termuda di kategori tersebut.
Meski masih berusia lima tahun, keberanian dan kelincahannya saat tampil di atas panggung mampu memikat perhatian dewan juri hingga mengantarkannya meraih Silver Trophy.
Tak berhenti di situ, tanggal 11 Juli 2026, Mahyra kembali tampil di kategori Duo Folk Traditional Dance bersama pasangannya, Prisa A.Y. Keduanya membawakan Tari Piring khas Sumatera Barat sebagai representasi budaya Indonesia.
Persiapan yang terbilang singkat tidak menjadi penghalang. Hanya dengan sembilan kali latihan selama masa libur sekolah, duet tersebut mampu tampil maksimal dan berhasil meraih penghargaan tertinggi, yakni Gold Trophy.
Ibunda Mahyra, Nur Kusuma Ngarasati atau yang akrab disapa Raras, mengaku sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian putrinya yang telah membawa Merah Putih berkibar di ajang internasional.
“Saya sangat bangga dengan pencapaian Almahyra yang tampil secara all out. Kemarin itu dalam rangka mengikuti kompetisi se-Asia. Kami diundang, lalu kami bismillah berangkat. Hip hop solo dance mewakili Indonesia dan Mahyra menjadi peserta paling kecil,” katanya, Senin, 13 Juli 2026.
Raras menjelaskan, Mahyra mengikuti dua kategori sekaligus, yakni Solo Hip Hop Dance dan Duo Folk Traditional Dance.
“Dari pencapaian ini Mahyra berhasil meraih penghargaan silver untuk kategori hip hop dan gold untuk kategori tradisional,” ujarnya.
Menurut Raras, ketertarikan Mahyra terhadap dunia tari tumbuh dari kemauan sendiri. Sebagai orang tua, ia memilih mendukung setiap potensi yang dimiliki anaknya tanpa memberikan paksaan.
“Kami sebagai orang tua melihat keinginan anak maunya bagaimana. Kami akan terus mendukung apa pun yang menjadi keinginan Mahyra, karena kemauan itu harus datang dari diri sendiri, apalagi di bidang seni. Sesuatu yang lahir dari hati tidak bisa diduplikasi,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan doa, dukungan, dan bimbingan sehingga Mahyra bersama Prisa mampu tampil percaya diri di panggung internasional.
Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk terus berani berkarya, mengembangkan bakat sejak usia dini, dan mengharumkan nama bangsa melalui prestasi di tingkat dunia.
Editor: Agus Priwandono











