LEBAK- Sebanyak 301 hektar sawah tersebar di 10 Kecamatan di Kabupaten Lebak mengalami kekeringan. Rata-rata umur tanam padi 42-80 hari.
Meskipun mengalami kekeringan Dinas Pertanian (Distan) Lebak belum menerima laporan adanya tanaman padi yang gagal panen akibat kekeringan.
Rata-rata umur tanam padi 42-80 hari. Adapun 10 kecamatan yang pesawahan yang kekeringan yaitu Maja, Cipanas, Cibadak, Muncang, Warunggunung, Rangkasbitung, Kalanganyar, Cilograng, Malingping dan Cibeber.
Kepala Distan Lebak Rahmat Yuniar mengatakan, ratusan hektar sawah di Lebak mulai terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang panjang akibat fenomena el nino. Distan Lebak, sebut Rahmat tengah melakukan inventalisir pendataan luasan jumlah sawah di lebak yang mengalami kekeringan.
“Sampai (3 Agustus 2026) ada 301 hektare sawah yang tengah ditanami padi mengalami kekeringan tersebar di 10 kecamatan. Kami masih melakukan inventarisir,” kata Kepala Distan Lebak Rahmat Yuniar, Sabtu 7 Agustus 2026.
Ia mengatakan, sebagian besar areal persawahan yang mengalami kekeringan tersebut akibat tidak memiliki sumber air, sehingga kesulitan untuk dilakukan penyedot melalui pompa air.
”Kita berharap areal persawahan yang tidak memiliki sumber air bisa dilakukan pembuatan sumur bor dan bisa dimanfaatkan untuk mengaliri tanaman padi. Kami belum mendapat laporan adanya sawah alami gagal panen akibat kekeringan,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kekeringan, kata Rahmat pihaknya mengoptimalkan pompa air dengan menyedot air permukaan sungai agar air mengalir ke areal persawahan.
Ia meminta petani agar mengaktifkan pompa air untuk menyalurkan pasokan air ke areal persawahan bagi wilayah yang memiliki sumber air.
“Sedangkan bagi areal persawahan yang tidak memiliki sumber air, kami tengah mengusulkan bantuan pembuatan sumur bor ke Kementerian Pertanian. Keadaan kekeringan masih dalam pamantuan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT),” kata Rahmat.
Editor: Abdul Rozak

