SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Provinsi Banten selama periode Februari hingga Mei 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat sektor tersebut menyerap tambahan tenaga kerja mencapai 92,79 ribu orang, menjadikannya lapangan usaha dengan peningkatan pekerja paling besar pada periode tersebut.
Statistisi Ahli Madya BPS Banten Awang Pramila mengatakan, sektor pertanian menjadi penyangga pasar kerja ketika penyerapan tenaga kerja formal belum sepenuhnya pulih.
“Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi sektor yang mengalami penambahan pekerja paling besar selama periode Februari hingga Mei 2026,” ujarnya, Jumat 7 Agustus 2026.
Secara keseluruhan, tiga sektor dengan kontribusi tenaga kerja terbesar di Banten adalah perdagangan besar dan eceran sebesar 19,77 persen, industri pengolahan 18,35 persen, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 17,23 persen.
Di sisi lain, sektor pendidikan justru mengalami penurunan jumlah pekerja paling besar, yakni berkurang 67,25 ribu orang dibanding Februari 2026.
Menurut Awang, kondisi tersebut menunjukkan struktur pasar kerja Banten masih mengalami dinamika sehingga penciptaan lapangan kerja formal perlu terus didorong.
“Meskipun pertanian mampu menyerap tenaga kerja, tingginya pengangguran lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi menunjukkan perlunya penciptaan lapangan kerja yang lebih berkualitas,” katanya.
BPS berharap pertumbuhan ekonomi yang tetap berada di atas lima persen dapat diikuti dengan peningkatan investasi dan penyerapan tenaga kerja formal agar kualitas pasar kerja di Provinsi Banten semakin membaik.
Editor: Abdul Rozak

