Mahasiswa Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University terus mendorong peran aktif mahasiswa dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Melalui kegiatan Praktik Farmasi Sosial, mahasiswa Farmasi Universitas Esa Unggul memberikan edukasi kepada siswa SMPN 3 Tambun Utara mengenai pentingnya penggunaan sunscreen sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan kulit sejak dini.
Kegiatan yang dilaksanakan di SMPN 3 Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (7/8/2026) tersebut merupakan bagian dari rangkaian program kerja Praktik Farmasi Sosial di Desa Karang Satria RW 04. Edukasi ini dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai perlindungan kulit dari paparan sinar matahari.
Membangun Kesadaran Remaja tentang Perlindungan Kulit
Penggunaan sunscreen masih sering dikaitkan dengan kebutuhan perawatan kecantikan. Pandangan tersebut membuat sebagian remaja belum memahami bahwa sunscreen juga berperan dalam melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Berdasarkan kondisi yang ditemukan di lingkungan sekolah, penggunaan sunscreen di kalangan siswa masih belum menjadi kebiasaan sehari-hari, terutama pada siswa laki-laki. Sebagian remaja masih memandang penggunaan sunscreen sebagai kebutuhan yang identik dengan perempuan. Padahal, perlindungan kulit dari paparan sinar matahari merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan yang dapat dilakukan oleh siapa saja.
Remaja menjadi salah satu kelompok yang aktif melakukan berbagai kegiatan di luar ruangan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut menyebabkan mereka berpotensi lebih sering terpapar sinar matahari. Melalui edukasi ini, mahasiswa Farmasi Universitas Esa Unggul berupaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai fungsi sunscreen, manfaat penggunaannya, serta pentingnya menjaga kesehatan kulit sejak usia remaja.
Edukasi Interaktif melalui Praktik Farmasi Sosial
Kegiatan edukasi melibatkan siswa SMPN 3 Tambun Utara dan dilaksanakan melalui pendekatan komunikatif serta interaktif agar materi dapat lebih mudah dipahami. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak sekolah serta ketua Praktik Farmasi Sosial. Mahasiswa kemudian menyampaikan materi mengenai pengertian sunscreen, manfaat penggunaannya, serta pentingnya perlindungan kulit dari paparan sinar ultraviolet. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami bahwa menjaga kesehatan kulit bukan hanya berkaitan dengan aspek penampilan, tetapi juga merupakan bagian dari perilaku hidup sehat.
Setelah penyampaian materi, mahasiswa memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa sebagai bentuk evaluasi terhadap pemahaman peserta. Siswa diberikan kesempatan untuk menjawab berdasarkan informasi yang telah disampaikan selama kegiatan. Sesi tersebut menjadi sarana untuk mengukur pemahaman sekaligus memperkuat kembali informasi penting mengenai penggunaan sunscreen.
Kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan terkait materi yang telah diterima. Interaksi dua arah tersebut menciptakan suasana edukasi yang lebih aktif dan memberikan ruang bagi siswa untuk memperoleh pemahaman lebih lanjut. Untuk meningkatkan partisipasi peserta, kegiatan turut diisi dengan sesi ice breaking yang menciptakan suasana belajar lebih menyenangkan.
Mengubah Persepsi tentang Sunscreen
Pelaksanaan kegiatan menunjukkan antusiasme siswa dalam mengikuti rangkaian edukasi. Melalui materi yang diberikan, siswa memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya perlindungan kulit dari paparan sinar matahari. Edukasi tersebut juga menekankan bahwa penggunaan sunscreen tidak terbatas pada kelompok tertentu. Baik laki-laki maupun perempuan memiliki kebutuhan yang sama untuk menjaga dan melindungi kesehatan kulit.
Melalui peningkatan pemahaman tersebut, siswa diharapkan dapat mulai membangun kesadaran untuk menerapkan perlindungan kulit dalam aktivitas sehari-hari.
Mahasiswa Farmasi Hadir melalui Edukasi Promotif dan Preventif
Bagi mahasiswa, Praktik Farmasi Sosial menjadi ruang untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa peran mahasiswa Farmasi tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan mengenai obat, tetapi juga mencakup upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan. Mahasiswa belajar untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, menyampaikan informasi kesehatan dengan pendekatan yang sesuai, serta membangun komunikasi dengan kelompok sasaran.
Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, S.T., M.B.A., IPU., ASEAN Eng., menekankan pentingnya pengalaman pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik, tetapi juga mendorong lahirnya lulusan yang mampu memberikan kontribusi dan solusi bagi masyarakat.
“Pembelajaran di perguruan tinggi harus mampu memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang dimilikinya. Melalui kegiatan seperti Praktik Farmasi Sosial, mahasiswa belajar memahami kebutuhan masyarakat sekaligus mengembangkan kemampuan untuk memberikan kontribusi melalui pendekatan ilmu pengetahuan,” ujar Rektor.
Melalui kegiatan edukasi kesehatan tersebut, mahasiswa Farmasi Universitas Esa Unggul diharapkan terus mengembangkan kompetensi akademik, sosial, dan profesional yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat.
Kegiatan Praktik Farmasi Sosial di SMPN 3 Tambun Utara menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang mempertemukan dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat. Edukasi mengenai penggunaan sunscreen diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan siswa, tetapi juga mendorong terbentuknya kesadaran untuk menjaga kesehatan kulit sejak dini.
Universitas Esa Unggul terus mendorong pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat melalui penguatan pendidikan, pengalaman praktis, serta keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang memberikan dampak nyata. Melalui pendekatan tersebut, Universitas Esa Unggul berkomitmen untuk terus melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, peduli, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.












