SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Serang telah mengusulkan sebanyak 61 desa program budidaya desa tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dari jumlah tersebut ada sebanyak 10 desa yang sudah diverifikasi.
Kepala Diskan Kabupaten Serang, M Iskah Abdul Rauf, dari 10 desa yang sudah diverifikasi, ada sebanyak enam desa yang dinyatakan sudah siap. Sementara, empat lainnya justru belum siap karena belum memiliki lahan yang memadati. “Jadi yang mau dibangun sekitar enam desa,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 20 Oktober 2026.
Ke enam desa yang akan dibangun yakni, Desa Tejamari, Kecamatan Baros, Desa Sukasari, Kecamatan Tunjung Teja, Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Desa Sukalaba, Kecamatan Gunung Sari, Desa Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa dan Desa Padasuka, Kecamatan Petir.
Iskah menjelaskan, sistem budidaya yang awalnya direncanakan bioflok kini diubah oleh pusat menjadi sistem kolam dengan sistem pengairan tertentu. Spesifikasi kolam, pembangunan, hingga bibit akan disiapkan dan dikerjakan langsung oleh KKP pusat.
“Yang jelas untuk proses perencanaan awal sampai akhir itu di KKP. Kita hanya mengusulkan,” katanya.
Penerima manfaat program ini bukan perorangan atau kelompok budidaya langsung, melainkan melalui pemerintah desa. Syarat utama untuk mendapatkan bantuan adalah ketersediaan lahan milik desa.
“Rata-rata masalahnya di lahan. Harus lahan punya desa. Minimal kalau untuk tematik itu sekitar 1.000 sampai 2.000 meter persegi. Kebanyakan kemarin masalahnya di situ. Karena nanti yang diserahterimakan ke pemerintah desa,” jelasnya.
Nantinya desa akan mendapatkan paket lengkap mulai dari pembangunan kolam, bibit ikan, pakan, hingga pengawasan bertahap dari pusat.
Untuk target pelaksanaan, Iskah menyebut program seharusnya sudah action bulan ini. Khusus untuk KDM P, PPK pusat sudah mulai action dan pencanangan kegiatan sudah dilakukan.
“Belum pembangunan, tapi November ini harus mulai pembangunan di desa. Termasuk hari Rabu besok ada penyerahan tahap dari PPK ke pelaksana,” ujarnya.
Selain program tematik, Pemkab Serang juga mengusulkan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Total ada sebanyak tiga desa yang diusulkan untuk program tersebut.
“Tiga desa itu yang pertama di Lontar, kemudian di Margagiri dan satu lagi dalam masa penilaian itu Tengkulak dengan Pulo Ampel. Di antara dua itu, salah satunya yang akan diambil,” ujarnya.
Editor: Abdul Rozak












