SERANG – Memasuki bulan Ramadan, warga diminta mewaspadai gangguan pencernaan dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pasalnya, jumlah warga yang mengalami dua penyakit ini cenderung meningkat 15 hingga 20 persen selama bulan puasa dibandingkan bulan biasa.
“Biasanya pada bulan puasa dua penyakit ini yang cenderung meningkat. Untuk itu, masyarakat harus mewaspadainya, karena terjadinya perubahan pola makan,” ungkap Ella Maidelena, Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinkes Kota Serang, kepada wartawan, Rabu (2/7/2014).
Ella menjelaskan, gangguan pencernaan disebabkan karena salah makan dan makanan beracun yang sudah berjamur atau terkena bakteri, apalagi bagi orang yang mempunyai penyakit gangguan pencernaan. “Untuk mengantisipasi penyakit pencernaan, segera menyegerakan buka puasa dengan makanan dan minuman yang manis, karena makanan yang manis mudah dicerna dan mengembalikan stamina,” katanya.
Selain menyegerakan buka puasa, pada saat sahur lebih baik dilakukan diakhir supaya cadangan makanan cukup. Karena jika lambung kosong maka zat asam lambung akan meningkat akibatnya mengganggu pencernaan. Kemudian sebagai antisipasi juga yang harus diperhatikan adalah pola hidup sehat.
Ia menambahkan ISPA disebabkan karena asupan makanan kurang mengakibatkan imunitas atau kekebalan tubuh berkurang, akibatnya mudah terserang penyakit dan yang dominan adalah penyakit ISPA. “Gejalanya biasanya demam, batuk, dan pilek,” jelasnya. (Fauzan Dardiri)








