SERANG – Berkunjung ke Rumah Batik Banten, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Untirta, berlatih membatik.
“Kedatangan kami ke sini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses membatik di tempatnya langsung,” ungkap Ketua HMI Komisariat Hukum Untirta, Siti Maryam, Jumat (22/4/2016) sore.
Maryam mengatakan, selain ingin melihat dan belajar langsung membatik, Ia dan rekan-rekannya ingin mengenal makna dan filosofi yang dituangkan melalui seni membatik, dari batik Banten.
“Ternyata gambar-gambar yang tertuang dalam Batik Banten itu, tidak asal-asalan, dari masing-masing gambar memiliki makna. Ini menjadi menyenangkan, selama ini kita hanya taunya batik aja,” kata Maryam.
Di tempat yang sama, pemilik Rumah Batik Banten Uke Kurniawan mengatakan, sejak tahun 2003 di tempatnya sudah ada 12 nama motif batik yang diakui oleh Unesco, semuanya diambil dari istilah-istilah yang ada di Kesultanan Banten.
“Semua motif batik memang diambil dari istilah Kesultanan Banten. Salah satu motivasi saya ingin mengenalkan sejarah dan kebesaran Banten lewat motif batik,” tandasnya. (Fauzan Dardiri)








