SERANG – Momen Idul Adha menjadi berkah tersendiri bagi penjual arang dan perlengkapan membuat sate di Kota Serang. Pasalnya, penjualan arang meningkat karena daging kurban oleh warga rata-rata dibuat sate.
Yadi, salah satu penjual arang di Pasar lama Kota Serang, mengaku peningkatan mulai terasa sejak H-2 sampai pada saat Idul adha.
“Sebenarnya kita berjualan arang di sini setiap hari, tapi memang kalau menjelang Idul Adha seperti sekarang ini permintaan meningkat tajam. Ada yang sudah memesan sejak seminggu sebelumnya agar kebagian,” katanya Minggu (11/9).
Permintaan melonjak, lanjut dia, diikuti dengan harga yang ikut naik. “Paling naiknya cuma Rp1.000 sampai Rp2.5000 saja. Biasa kita jual Rp5.000 untuk satu plastik kecil, sekarang kita jual Rp15.000 untuk 2 kantong plastik,” ujarnya.
Sedangkan untuk satu kilogram arang, Yadi mampu menjual Rp35.000. Menurutnya dengan kenaikan harga tersebut hanya sedikit masyarakat yang mengeluh. “Ya, paling nawar-nawarnya sedikit, karena mereka juga sudah paham, harga arang kalau mendekati Idul Adha naik. Dari daerah asal saya ambil arangnya juga sudah naik. Saya ambil arang ini dari daerah Malingping,” ungkapnya.
“Paling sehari lakunya kurang lebih 15 bungkus. Kan biasa masyarakat itu belinya malam takbiran karena untuk persiapan esok hari,” ucapnya. (Wirda)









