SERANG – Anggota DPR RI Andika Hazrumy yang juga Calon Wakil Gubernur Banten merayakan Idul Adha dengan berbagi hewan kurban bersama anak-anak berkebutuhan khusus di Sekolah Khusus (SKh) Bina Citra Anak, Jalan Raya Simpang Tol Nomor 8, Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Senin (12/9/2016).
Sapi sembelihan pria yang akrab disapa Aa ini, dibagikan kepada sedikitnya 60 penderita autis, tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa dan down syndrome serta masyarakat sekitar yayasan Bina Citra Anak. Aa sempat terlarut dalam kebahagiaan menyanyi sampai mengaji bersama para Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Menurutnya, ABK merupakan anak-anak spesial yang juga harus mendapatkan perhatian dan kasih sayang ekstra.
“Ini adik-adik kita, anak-anak kita. Anak-anak yang istimewa. Anak-anak surga yang dititipkan kepada orang-orang pilihan. Orangtua yang dipercaya dan memiliki kesabaran. Ke depan, Banten harus menjadi provinsi yang ramah terhadap ABK. Ramah ini bukan hanya sekedar menerima kehadirannya akan tetapi bisa menumbuhkan empati bagi mereka,” ujar Aa di tengah-tengah kegembiraannya bermain bersama ABK, kemarin.
Andika mengingatkan kasus pembunuhan ABK oleh orangtua di Provinsi Banten, tepatnya di Cinangka, hampir setahun lalu. “Membaca berita itu, saya langsung istighfar. Kasus diskriminatif seperti ini harus hilang dari wilayah di Provinsi Banten,” kata Andika dengan mata berkaca-berkaca.
Menjelang Hari Tuna Rungu Sedunia pada tanggal 26 September 2016 mendatang, Andika meminta kesadaran semua pihak agar ke depannya tercipta lingkungan yang ramah bagi para ABK. Memperkuat infrastruktur SKh melalui kebijakan anggaran yang berpihak kepada Balai Penyelenggaraan Pendidikan Khusus (BPPK) di bawah Dinas Pendidikan Pemprov.
“Setidaknya harus mulai ada fasum (fasilitas umum) yang ramah anak. Yang ramah terhadap anak berkebutuhan khusus. Termasuk infrastruktur pendidikan khusus yang berkualitas. Seperti tempat parkir, kamar mandi serta lingkungan yang ramah misalnya,” kata dia.
Sementara Kepala Sekolah Khusus (Skh) Bina Citra Anak, Yatmi Nur Agustinah mengungkapkan rasa terima kasihnya setelah delapan tahun sekolahnya didirikan, baru pertama kali ada yang berkurban khusus bagi para ABK.
Dia menjelaskan bahwa diskriminasi terhadap anak berkebutuhan khusus masih kerap terjadi di Banten. Baik dari lingkungan dan ketersediaan sekolah, bahkan lebih parah terjadi di lingkungan keluarga.
“Kami mengucapkan terima kasih. Kedatangan Aa (Andika, red) merupakan point penting buat kami. Bagi saya, ABK adalah anak surga yang selamanya tidak akan berdosa sehingga tempatnya pasti di surga. Maka doa mereka adalah doa dari para ahli surga, ” ucap Yatmi terharu. (Red)









