JAKARTA – Selain mesin setor tunai untuk pecahan uang kertas yang saat ini sudah beroperasi di masing-masing bank, Bank Indonesia (BI) sedang mengkaji untuk mengadakan mesin setor tunai yang dikhususkan untuk pecahan uang logam.
Deputi Direktur Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Asral Mashuri mengatakan,
saat ini BI akan bekerja sama dengan perbankan dan para pengusaha retail untuk menginvestasikan mesin setor tunai uang logam untuk mempermudah pelayanan masyarakat.
“Jadi nanti kapan pun 24 jam, masyarakat bisa datang langsung bawa uang logam yang dimiliki sebanyak-banyaknya. Langsung dimasukan ke mesin setoran tunai yang seperti ATM langsung masuk ke rekening,” katanya seusai memberikan materi pengelolaan uang Rupiah di kegiatan Temu Wartawan Daerah Bank Indonesia, Selasa (4/10).
Mesin setor tunai yang diperuntukkan khusus uang logam, lanjutnya, untuk sementara tidak dikenakan charge (biaya).
“Charge akan kami kenakan nanti, jika sudah terlihat nilai investasinya. Kalau sudah terlihat, nanti akan kita charge 30 persen,” ujarnya.
Ia berharap jika nanti terealisasi, dapat memudahkan masyarakat menukarkan uang logamnya dengan uang kertas.
“Kami harapkan nanti masyarakat tidak usah jauh-jauh dan menyempatkan mengantre ke bank,” ungkapnya. (Wirda)











