Salut deh jika di sekolah kalian sudah ada jurnalis sekolahnya. Di Banten sudh banyak loh yang punya jurnalis sekolah. Memang apa serunya jadi jurnalis?
Sob, jurnalis itu kegiatan kreatif, karena bisa menyajikan tulisan-tulisan yang bisa dinikmati oleh banyak orang. Selain itu, seorang jurnalis juga bisa memiliki banyak kenalan dan banyak dikenal. Seorang jurnalis pasti akan lebih banyak berkomunikasi dengan banyak orang sehingga memiliki banyak teman. Itu lho salah satu serunya.
Kegiatan jurnalistik tidak hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang bekerja di bidang jurnalis kok, buat pelajar ketjeh juga bisa. Memang apa sih kegiatan jurnalis sekolah?
“Biasanya sih, kami berkumpul untuk rapat di setiap Sabtu sore dan Rabu sore. Kami menyajikan berita yang bisa kami ekspose di media sosial atau kami tempel di mading. Berita yang kami sajikan adalah berita terhangat di sekolah, contohnya, jika ada siswa sekolah yang juara lomba, kemudian kami wawancara, dan kami bikin deh tulisannya di mading,” ungkap Indri, seorang jurnalis sekolah SMK 1 PGRI Ciledug.
Ia juga mengatakan, tujuan diadakannya jurnalis sekolah agar sekolahnya bisa lebih eksis dan teman-teman bisa lebih mudah mendapatkan informasi apapun. Namun, ada hal yang harus diketahui para jurnalis sekolah nih Sob, menjadi jurnalis itu tidak hanya membutuhkan kemampuan menulis, namun harus bisa menulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, juga harus bisa menulis berita dengan ringkas, padat, berisi, dan enak dibaca. Jangan lupa juga, jika menyajikan suatu berita itu harus berdasarkan sumber informasi yang tepat dan jelas, agar tidak menimbulkan kontroversi.
Rizki Abadi, alumnus SMAN 1 Banjarsari bilang, pernah menjadi seorang jurnalis sekolah. Menurut doi, menjadi jurnalis sekolah itu harus bisa istiqamah untuk menulis. Kadang tak bisa dipungkiri suka malas menulis, apalagi, kegiatan sekolah yang semakin menumpuk yang membuat mood jadi lenyap.
“Kunci utama menjadi seorang jurnalis itu adalah disiplin, karena seorang jurnalis harus berusaha disiplin menepati waktu. Jika membuat janji dengan narasumber untuk bertemu, usahakan tepat waktu. Dalam hal menulis kita pun harus disiplin pada deadline,” tukasnya. (yeni-zetizen/zee/ira)










