Istilah urban exploration, mungkin masih asing di telinga separuh Gen Z di Banten. Namun, lain lagi buat Gen Z yang hobi dengan fotografi.
Urban exploration atau urbex yang berarti penjelajah kawasan kota. Eitss, tetapi enggak kayak traveler biasa loh. Soalnya, urban eksplore ini hanya dilakukan oleh sekelompok orang yang berani menanggung resiko. What? Emang ngapain kok hingga berisiko gitu yak?
Kenapa berisiko? Urbex people atau sebutan para urbex ini hanya menjelajahi kawasan kota yang dianggap berbahaya. Mulai dari reruntuhan bangunan tua, gorong-gorong gelap, dan gang-gang sepi. Intinya sih, tempat-tempat yang menakutkan dan membuat bulu kuduk merinding. Hiih ngeri yak.
Urbex Fotografi Antimainstream
Tenang saja! Mereka bukan penakluk hantu atau mau uji nyali ya! Urbex itu pecinta fotografi dengan view antimainstream dan menantang. Biasanya, urbex mengambil foto di ketinggian gedung untuk ambil view kota dan di dalam gedung tua.
“Biasanya urbex itu pakai topeng, smooke bomb, masker, dan properti lain yang sesuai view. Konsepnya dibuat dark, jadi dapat banget feel-nya. Pastinya, urbex itu fotografi antimainstream banget,” tutur Tajul Arifin, penyuka urban eksplore dari SMKN 2 Kota Serang.
Eksplore Ruang Kosong
Lizar Basnelda, siswa MAN 2 Kota Serang ini bilang, bagi para urbex, gedung kosong justru jadi spot menarik. “Kegiatan urbex itu, mengeksplore tempat-tempat yang abandoned, seperti gedung kosong yang enggak kepake. Karena keindahan foto enggak cuma dari view indah pegunungan atau taman, tapi rumah tua pun bisa, dan tentunya pakai properti yang menunjang. Itulah indahnya seni fotografi,” kata anggota Urbex Serang yang mendalami urbex sejak enam bulan lalu.
Pengalaman Seru dan Nemu Spot Unik
Meski baru sebulan kenal urbex, Tajul Arifin sudah mendapatkan pengalaman menarik saat mencari spot foto. “Duh seru banget. Karena ngerasain gimana paniknya dikejar-kejar anjing. Positifnya sih, kita bisa ngembangin hobi fotografi dengan angle unik,” seru Gen Z yang aktif di ekskul rohis ini.
Meski kegiatannya berbahaya dan harus punya nyali tinggi, ternyata enggak cuma cowok aja yang bisa ikutan urbex, tetapi cewek juga bisa kok.
Sementara Annisa Permata Briyan, siswi SMA Prisma Sanjaya pernah hunting foto urbex di gedung yang gagal jadi di Ciracas. “Seru banget. Dari penjelajahan kota, kita bisa nemuin tempat-tempat baru yang unik dan bagus untuk kita take,” hebohnya.
Hmm jadi penasaran deh. Seseru apa sih sensasi fotografi ditempat angker dan berbahaya dengan konsep dark ini. Masih penasaran tentang urban eksplore? Next, di www.zetizen.com ya!
Urban Exploration, Seru!
Nggak perlu jauh-jauh ke luar negeri jika kotamu sebenarnya memiliki pesona tersendiri yang belum pernah digali. Kita sebagai generasi muda tentu wajib dong untuk mengenalkannya kepada masyarakat luas. Berbagai cara dapat dilakukan. Fotografi, rooftopping, hingga sekadar jalan-jalan santai mengitari seluruh penjuru kota pun dapat dilakukan untuk menemukan keindahan tersembunyi. Yap, seperti itulah aktivitas urban exploration.
Penjelajahan ke sudut-sudut kota tersebut memberikan sensasi tersendiri bagi penggilanya hingga terciptalah tren urban exploration atau biasa disingkat urbex. Kegiatan itu sebenarnya ada sejak lama. Namun, istilah urbex muncul kali pertama pada 1996. Saat itu kegiatan urbex identik dengan kegiatan ekstrem. Sebab, eksplorasi umumnya dilakukan di tempat berbahaya. Misalnya, gorong-gorong, rooftop bangunan bekas, hingga reruntuhan jembatan.
Tentu, urban exploration dengan cara ekstrem dilarang dan ilegal di banyak negara. Sebab, selain berbahaya bagi penggilanya, kegiatan tersebut bisa merusak fasilitas umum.
’’Rooftoppers akan selalu menginginkan kebebasan untuk mengeksplorasi kota. Semakin dilarang, mereka akan semakin militan untuk mencobanya,’’ ujar Bradley L. Garrett, fotografer dan dosen Geografi Universitas Southampton, kepada The Guardian.
Eits, tapi, saat ini eksplorasi urbex nggak hanya dilakukan di lokasi ekstrem loh. Kalian bisa menyusuri tempat lain yang nggak kalah unik. Apalagi sejak ada Instagram. Objek lain seperti arsitektur kota tua, kampung, daerah industri, hingga suasana jalan juga nggak kalah menarik. That’s why, urban exploration juga dapat mempercantik tampilan akun Instagram kalian.
’’Terbentuknya urbex bertujuan mengenalkan apa itu urban fotografi dan memanfaatkan tempat yang mungkin udah dilupakan serta luput dari perhatian kita selama ini,’’ kata Rifky Ramadhan, founder Urbex People Indonesia.
Eits, perlu disadari bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika asyik mengeksplorasi kota. Yang utama tentu keselamatan karena hobi tersebut benar-benar seperti mempertaruhkan nyawa. Selain itu, diperlukan alat dokumentasi untuk mengabadikan momen. Terakhir, ikuti aturan yang ada seperti nggak melakukan vandalisme atau perusakan dan coret-coret. (wivy-zetizen/zee/ags/fer/ren/c22/wka)








