slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Featured

Sensasi Fotografi ala Urban Eksplore, Memang Sebagus Apa Sih?

Redaksi by Redaksi
07-10-2016 14:58:17
in Featured, Style, Zetizen
Zetizen

Model : Refika Sela Foto : Nadia Zetizen

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Istilah urban exploration, mungkin masih asing di telinga separuh Gen Z di Banten. Namun, lain lagi buat Gen Z yang hobi dengan fotografi.

Urban exploration atau urbex yang berarti penjelajah kawasan kota. Eitss, tetapi enggak kayak traveler biasa loh. Soalnya, urban eksplore ini hanya dilakukan oleh sekelompok orang yang berani menanggung resiko. What? Emang ngapain kok hingga berisiko gitu yak?

Baca Juga :

Polisi Periksa 8 Saksi Terkait Kasus Mayat Pelajar di Kaliadem Sukadiri Tangerang

BRI Meriahkan Campus Fest 2026 di Graha Pena Ballroom Radar Banten

Honda Banten Gelar Edukasi Safety Riding, Tekankan Budaya #Cari_Aman di Kalangan Pelajar

SMK Muhammadiyah 3 Tangsel Kunjungi Radar Banten, Bekali Diri Hadapi Dunia Kerja

Kenapa berisiko? Urbex people atau sebutan para urbex ini hanya menjelajahi kawasan kota yang dianggap berbahaya. Mulai dari reruntuhan bangunan tua, gorong-gorong gelap, dan gang-gang sepi. Intinya sih, tempat-tempat yang menakutkan dan membuat bulu kuduk merinding. Hiih ngeri yak.

Urbex Fotografi Antimainstream

Tenang saja! Mereka bukan penakluk hantu atau mau uji nyali ya! Urbex itu pecinta fotografi dengan view antimainstream dan menantang. Biasanya, urbex mengambil foto di ketinggian gedung untuk ambil view kota dan di dalam gedung tua.
“Biasanya urbex itu pakai topeng, smooke bomb, masker, dan properti lain yang sesuai view. Konsepnya dibuat dark, jadi dapat banget feel-nya. Pastinya, urbex itu fotografi antimainstream banget,” tutur Tajul Arifin, penyuka urban eksplore dari SMKN 2 Kota Serang.

Eksplore Ruang Kosong
Lizar Basnelda, siswa MAN 2 Kota Serang ini bilang, bagi para urbex, gedung kosong justru jadi spot menarik. “Kegiatan urbex itu, mengeksplore tempat-tempat yang abandoned, seperti gedung kosong yang enggak kepake. Karena keindahan foto enggak cuma dari view indah pegunungan atau taman, tapi rumah tua pun bisa, dan tentunya pakai properti yang menunjang. Itulah indahnya seni fotografi,” kata anggota Urbex Serang yang mendalami urbex sejak enam bulan lalu.

Pengalaman Seru dan Nemu Spot Unik
Meski baru sebulan kenal urbex, Tajul Arifin sudah mendapatkan pengalaman menarik saat mencari spot foto. “Duh seru banget. Karena ngerasain gimana paniknya dikejar-kejar anjing. Positifnya sih, kita bisa ngembangin hobi fotografi dengan angle unik,” seru Gen Z yang aktif di ekskul rohis ini.
Meski kegiatannya berbahaya dan harus punya nyali tinggi, ternyata enggak cuma cowok aja yang bisa ikutan urbex, tetapi cewek juga bisa kok.
Sementara Annisa Permata Briyan, siswi SMA Prisma Sanjaya pernah hunting foto urbex di gedung yang gagal jadi di Ciracas. “Seru banget. Dari penjelajahan kota, kita bisa nemuin tempat-tempat baru yang unik dan bagus untuk kita take,” hebohnya.
Hmm jadi penasaran deh. Seseru apa sih sensasi fotografi ditempat angker dan berbahaya dengan konsep dark ini. Masih penasaran tentang urban eksplore? Next, di www.zetizen.com ya!

Urban Exploration, Seru!

Nggak perlu jauh-jauh ke luar negeri jika kotamu sebenarnya memiliki pesona tersendiri yang belum pernah digali. Kita sebagai generasi muda tentu wajib dong untuk mengenalkannya kepada masyarakat luas. Berbagai cara dapat dilakukan. Fotografi, rooftopping, hingga sekadar jalan-jalan santai mengitari seluruh penjuru kota pun dapat dilakukan untuk menemukan keindahan tersembunyi. Yap, seperti itulah aktivitas urban exploration.

Penjelajahan ke sudut-sudut kota tersebut memberikan sensasi tersendiri bagi penggilanya hingga terciptalah tren urban exploration atau biasa disingkat urbex. Kegiatan itu sebenarnya ada sejak lama. Namun, istilah urbex muncul kali pertama pada 1996. Saat itu kegiatan urbex identik dengan kegiatan ekstrem. Sebab, eksplorasi umumnya dilakukan di tempat berbahaya. Misalnya, gorong-gorong, rooftop bangunan bekas, hingga reruntuhan jembatan.

Tentu, urban exploration dengan cara ekstrem dilarang dan ilegal di banyak negara. Sebab, selain berbahaya bagi penggilanya, kegiatan tersebut bisa merusak fasilitas umum.

’’Rooftoppers akan selalu menginginkan kebebasan untuk mengeksplorasi kota. Semakin dilarang, mereka akan semakin militan untuk mencobanya,’’ ujar Bradley L. Garrett, fotografer dan dosen Geografi Universitas Southampton, kepada The Guardian.

Eits, tapi, saat ini eksplorasi urbex nggak hanya dilakukan di lokasi ekstrem loh. Kalian bisa menyusuri tempat lain yang nggak kalah unik. Apalagi sejak ada Instagram. Objek lain seperti arsitektur kota tua, kampung, daerah industri, hingga suasana jalan juga nggak kalah menarik. That’s why, urban exploration juga dapat mempercantik tampilan akun Instagram kalian.

’’Terbentuknya urbex bertujuan mengenalkan apa itu urban fotografi dan memanfaatkan tempat yang mungkin udah dilupakan serta luput dari perhatian kita selama ini,’’ kata Rifky Ramadhan, founder Urbex People Indonesia.

Eits, perlu disadari bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika asyik mengeksplorasi kota. Yang utama tentu keselamatan karena hobi tersebut benar-benar seperti mempertaruhkan nyawa. Selain itu, diperlukan alat dokumentasi untuk mengabadikan momen. Terakhir, ikuti aturan yang ada seperti nggak melakukan vandalisme atau perusakan dan coret-coret. (wivy-zetizen/zee/ags/fer/ren/c22/wka)

Tags: PelajarRemajaZetizen
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pembangunan Kantor Pusat Bank Banten Belum Masuk Perencanaan Daerah

Next Post

Ketua Umum Korpri: Ayo PNS! Pantang Menyerah Mencintai Indonesia

Related Posts

Polisi Periksa 8 Saksi Terkait Kasus Mayat Pelajar di Kaliadem Sukadiri Tangerang
Hukum

Polisi Periksa 8 Saksi Terkait Kasus Mayat Pelajar di Kaliadem Sukadiri Tangerang

by Mulyadi
Senin, 13 April 2026 06:19

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Aparat Polresta Tangerang terus mengembang penyelidikan pada kasus penemuan mayat seorang pelajar di ujung muara Kaliadem,...

Read moreDetails

BRI Meriahkan Campus Fest 2026 di Graha Pena Ballroom Radar Banten

Honda Banten Gelar Edukasi Safety Riding, Tekankan Budaya #Cari_Aman di Kalangan Pelajar

SMK Muhammadiyah 3 Tangsel Kunjungi Radar Banten, Bekali Diri Hadapi Dunia Kerja

PKBM Putri Tunggal Pandeglang Edukasi Peserta Paket B-C soal Cegah HIV/AIDS dan Bullying

56 Tim Futsal Bertanding di GOR Cikupa

Festival Film Banten 2025 Diikuti 185 Peserta

Soal Video Viral Murid di Pandeglang Seberangi Sungai, Disdikpora Sarankan Siswa Belajar dari Rumah

Dapur Makan Bergizi Gratis di Pandeglang Bertambah, Penerima Manfaat Capai Puluhan Ribu Siswa

Program Cek Kesehatan Gratis di Pandeglang Tidak Diminati Warga

Next Post
Peristiwa G30S/PKI, Bukti PNS Harus Netral

Ketua Umum Korpri: Ayo PNS! Pantang Menyerah Mencintai Indonesia

Ilustrasi

Akademisi: Di Pilgub Banten, Peran Relawan Sangat Signifikan

HUT ke-490, Kabupaten Serang 'Umbar' Penghargaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pembukaan Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Bintaro Jaya XChange Mall, Kota Tangerang Selatan, Jumat, 22 Mei 2026.

BI Banten Gelar Shafara Festival dan Digiwara Festival 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 17:39
Dari Aktifitas Iseng Saat Pandemi, Kini Jadi Bisnis Menjanjikan 

Dari Aktifitas Iseng Saat Pandemi, Kini Jadi Bisnis Menjanjikan 

Sabtu, 23 Mei 2026 17:39
Mendes Yandri Susanto Sebut Pembinaan Qori dan Qoriah di Kabupaten Serang Sejalan dengan Program Kemendes

Mendes Yandri Susanto Sebut Pembinaan Qori dan Qoriah di Kabupaten Serang Sejalan dengan Program Kemendes

Sabtu, 23 Mei 2026 17:21
Pemkab Serang  Targetkan Juara Umum di MTQ Provinsi

Pemkab Serang  Targetkan Juara Umum di MTQ Provinsi

Sabtu, 23 Mei 2026 16:51
Kekerasan Seksual Anak di Pandeglang Jadi Sorotan, PATBM Diminta Jadi Garda Terdepan

Kekerasan Seksual Anak di Pandeglang Jadi Sorotan, PATBM Diminta Jadi Garda Terdepan

Sabtu, 23 Mei 2026 14:49
Sinar Mas Land Gelar Workshop UMKM 2026, Dorong Pelaku Usaha Melek AI

Sinar Mas Land Gelar Workshop UMKM 2026, Dorong Pelaku Usaha Melek AI

Sabtu, 23 Mei 2026 14:10
Pembukaan Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Bintaro Jaya XChange Mall, Kota Tangerang Selatan, Jumat, 22 Mei 2026.

BI Banten Gelar Shafara Festival dan Digiwara Festival 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 17:39
Dari Aktifitas Iseng Saat Pandemi, Kini Jadi Bisnis Menjanjikan 

Dari Aktifitas Iseng Saat Pandemi, Kini Jadi Bisnis Menjanjikan 

Sabtu, 23 Mei 2026 17:39
Mendes Yandri Susanto Sebut Pembinaan Qori dan Qoriah di Kabupaten Serang Sejalan dengan Program Kemendes

Mendes Yandri Susanto Sebut Pembinaan Qori dan Qoriah di Kabupaten Serang Sejalan dengan Program Kemendes

Sabtu, 23 Mei 2026 17:21
Pemkab Serang  Targetkan Juara Umum di MTQ Provinsi

Pemkab Serang  Targetkan Juara Umum di MTQ Provinsi

Sabtu, 23 Mei 2026 16:51
Kekerasan Seksual Anak di Pandeglang Jadi Sorotan, PATBM Diminta Jadi Garda Terdepan

Kekerasan Seksual Anak di Pandeglang Jadi Sorotan, PATBM Diminta Jadi Garda Terdepan

Sabtu, 23 Mei 2026 14:49
Sinar Mas Land Gelar Workshop UMKM 2026, Dorong Pelaku Usaha Melek AI

Sinar Mas Land Gelar Workshop UMKM 2026, Dorong Pelaku Usaha Melek AI

Sabtu, 23 Mei 2026 14:10

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pembukaan Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Bintaro Jaya XChange Mall, Kota Tangerang Selatan, Jumat, 22 Mei 2026.

BI Banten Gelar Shafara Festival dan Digiwara Festival 2026

by Rostinah
Sabtu, 23 Mei 2026 17:39

TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bank Indonesia (BI) untuk pertama kalinya menggabungkan dua agenda besar, yakni Shafara Festival dan Digiwara Festival 2026....

Dari Aktifitas Iseng Saat Pandemi, Kini Jadi Bisnis Menjanjikan 

Dari Aktifitas Iseng Saat Pandemi, Kini Jadi Bisnis Menjanjikan 

by Ahmad Rizal Ramdhani
Sabtu, 23 Mei 2026 17:39

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Berawal dari keisengan saat adanya pandemi Covind-19 lalu, aktivitas berkebun anggur yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara di Dinas...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak