Adek Chandra Pimpin Komando Grup 1 Kopassus

Dangrup 1 Kopassus yang baru Kolonel Inf Adek Chandra Kurniawan (kiri) bersama mantan Dangrup 1 Kolonel Inf Lucky Avianto (tengah), dan Sekda Banten Al Muktabar (kanan) pada acara pisah sambut di Markas Grup 1 Kopassus, Taktakan, Kota Serang, Sabtu (10/8) malam. Foto Qodrat/Radar Banten

SERANG – Kolonel Inf Adek Chandra Kurniawan memimpin Grup 1 Kopassus menggantikan Kolonel Inf Lucky Avianto sebagai Komandan Grup (Dangrup) 1 Kopassus. Pisah sambut tongkat komando keduanya dilakukan di Griya Sena Baladika, kawasan Markas Grup 1 Kopassus, Taktakan, Kota Serang, Sabtu (10/8) malam.

Tugas baru sebagai pucuk pimpinan di Grup 1, layaknya kembalinya Kolonel Inf Adek Chandra Kurniawan pulang ke kampung halaman. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1997 itu memulai karirnya di Grup 1 sebagai Komandan Peleton (Danton) 3 Kompi 1 Batalyon 13 pada 1999 saat masih berpangkat letnan dua (letda).

Meski berkali-kali pindah, semua jabatan strategis di satuan yang terbentuk pada 23 Maret 1963 itu telah dijabatnya. Di antaranya Kasi Ops pada 2009, Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) 12 pada 2010 sampai Komandan Batalyon (Danyon) 12 pada 2013. Lalu, Wakil Komandan Grup 1 (Wadangrup) pada 2015 dan Dangrup per 10 Agustus 2019.

Pengalaman itu diceritakan Kolonel Inf Adek Chandra Kurniawan dalam kesempatan pertamanya menyampaikan sambutan resmi. Ia bersyukur kembali ke satuan Grup 1 dan mendapat kepercayaan melanjutkan estafet kepemimpinan para komando ini. “Saya sudah ada di sini sejak 1999 sebelum Provinsi Banten ada. Alhamdulillah saya balik ke Serang sebagai kampung halaman,” kata Adek, disambut tepuk tangan hadirin.

Pria kelahiran Jakarta 20 April 1976 itu lantas menceritakan pengalaman dan riwayat hidupnya selama tinggal di ibukota Banten. Mulai dari menikah sampai kelahiran dua anaknya yang juga lahir di Kota Serang. “Anak saya yang pertama dan kedua produk Banten juga. Kalau anak ketiga lahir di Jakarta, tapi besar di Banten karena setelah lahir saya balik lagi jadi Komandan Batalyon,” kata Adek.

Ia mengaku bangga bisa menggantikan Kolonel Inf Lucky. Apalagi, sudah tiga kali jabatan yang diemban Kolonel Inf Lucky dilanjutkan dirinya. Yakni, Kasi Ops, Wadanyon 12, dan Dangrup 1 Kopassus. “Saya berharap Pak Lucky terus dapat jabatan bagus sehingga bisa saya ikuti,” katanya berseloroh yang disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.

Pengalaman tersebut membuat Adek mengenal sekali kesatuan yang berlokasi di Jalan Raya Serang-Cilegon, Taman Baru, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, itu. Ditambah lagi dukungan prajurit baret merah yang dinilai Adek sangat profesional.

“Saya rasakan sendiri dari dulu. Apalagi seluruh batalyon pernah saya rasakan,” ujar perwira yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Personel (Aspers) Komandan Jenderal Kopassus itu.

Menurutnya, angka satu sebagai kesatuan bukan sekadar angka. Akan tetapi, motivasi untuk berbuat yang terbaik kepada bangsa dan negara. “Saya tahu betul prajurit baladika adalah prajurit pilihan yang dewasa dan selalu berbuat yang terbaik. Angka satu bukan tempelan saja, tapi satu dalam prestasi dan satu dalam basis,” seru Adek.

Sementara itu, Kolonel Inf Lucky Avianto merasa bangga mendapat kesempatan sebagai Komandan di Grup 1. Sejak pertama dilantik pada 21 April 2018, Lucky mengaku banyak mendapat kesan memimpin pasukannya di Banten. “Banyak kesan yang saya lewati. Alhamdulillah seluruh komandan batalyon mendapat promosi komandan kodim dan pusdiklat, artinya mereka sukses,” katanya.   

Ia mengaku gembira karena bersamaan pisah sambut itu, wakilnya juga mendapat promosi kenaikan pangkat menjadi Aspers Kopassus. Kebahagiaan lain, ucap Lucky, karena digantikan Kolonel Inf Adek yang telah tiga kali menggantikan posisinya. Pertama, menggantikan posisinya sebagai Kasi Ops di Grup 1, Wadanyon 12, dan Komandan Grup 1.

“Beliau bukan orang baru di sini. Jadi, Beliau pasti akan lebih baik,” ucap perwira yang sedang menempuh Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI itu.

Lucky mengatakan, bersyukur bisa memimpin kesatuan yang diisi prajurit- prajurit pilihan. Prajurit yang profesional dan tangguh. “Ini membuat saya membawanya tidak sulit dan berdebar-debar. Tentu saya berterima kasih, kalian adalah prajurit yang dewasa, profesional, dan loyal terhadap pimpinan,” ujarnya.

Kata Lucky, tidak akan bisa melakukan kegiatan secara baik tanpa dukungan prajurit dan seluruh komponen pemerintah dan masyarakat Banten. “Terima kasih atas dukungan, masukan, evaluasi, dan kritikan atas kepemimpinan di Grup 1,” katanya. (ken/alt/ira)