Aisyah Ratu Ubur-ubur Divonis Idap Gangguan Jiwa

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin bersama jajaran berdialog dengan pimpinan Kerajaan Ubur-ubur Aisyah, di kediaman Aisyah, Lingkungan Tower Sayabulu, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Senin (13/8).

SERANG – Ratu dari Kerajaan Ubur-ubur, Aisyah Tulamah, divonis menderita gangguan jiwa berat oleh RSJ Grogol, Jakarta Barat. Namun, polisi memastikan penyidikan terhadap tersangka ujaran kebencian itu tetap dilanjutkan.

“Setelah kurang lebih 21 hari, Ibu AS (Aisyah-red) kita observasi ke RSJ dr Suharto Herdian di Grogol. Hasil visum dari tiga orang ahli, yakni dokter Safitri Wulandari, dokter Agung Priyanto, dan dokter Endah Tri Lestari, terperiksa mengalami gangguan jiwa berat,” kata Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin, dihubungi Radar Banten, Jumat (14/9).

Hasil visum itu, jelas Komarudin, menyebutkan tersangka memiliki kemampuan atau potensi dasar tampil pada taraf di bawah rata-rata, dengan full IQ 90. Selain itu, daya nilai sosial terganggu dan daya nilai realitas terganggu. “Terperiksa saat ini menunjukkan adanya gangguan jiwa berat, tidak mampu tanggung jawab sepenuhnya atas perbuatannya,” jelas Komarudin.

Hasil pemeriksaan kejiwaan ahli dari RSJ Grogol itu bersesuaian dengan hasil pemeriksaan pertama dokter Tri Anjaswati dari RS dr Dradjat Prawiranegara, Kota Serang. “Jadi, hasil keterangan RSUD dr Dradjat dan RSJ Grogol sama,” ucap Komarudin.

Selain menguraikan hasil pemeriksaan kejiwaan, RSJ Grogol membuat rekomendasi agar ratu Kerajaan Ubur-ubur itu menjalani pengobatan psikiatrik untuk memeroleh pengobatan optimal sekaligus antisipasi gangguan kejiwaan. “Saat ini AS sudah dilakukan perawatan dan dititipkan di salah satu klinik di Serang,” ucap Komarudin.

Kendati menderita gangguan jiwa berat, ditegaskan Komarudin, penyidikan terhadap tersangka tetap dilanjutkan sembari menunggu hasil koordinasi dengan ahli pidana. “Secara prinsip dilanjutkan atau tidak itu sepenuhnya hak peradilan. Kita akan bisa lihat karena masalah gangguan jiwa itu lebih paham dari ahlinya,” kata Komarudin.

Keterangan para ahli nanti akan digunakan sebagai dasar penentuan apakah tersangka dapat dibebaskan dari jerat hukum atau tidak. “Kita akan lihat, apakah sesuai dengan Pasal 44 KUH Pidana,” kata Komarudin.

Sementara, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang Amas Tadjuddin mengaku telah menerima informasi hasil pemeriksaan kejiwaan Aisyah Tusalamah dari ahli jiwa RSJ Grogol, Jakarta Barat. “Dinyatakan mengalami gangguan jiwa berat disertai catatan yang bersangkutan tidak dapat mempertanggungjawabkan ucapan dan tindakannya,” kata Amas.

Namun, Amas menegaskan, proses hukum terhadap tersangka harus tetap dilanjutkan. Nasib Aisyah harus diputuskan oleh lembaga peradilan. “Sehingga terhindar dari prasangka tidak baik dan persepsi publik yang keliru dalam penanganan kasus Ubur-ubur,” jelas Amas.

Dikatakan Amas, semua pihak harus menerima putusan yang dibuat oleh lembaga peradilan nanti. “Semua pihak harus menerimanya, tetapi tentu melalui proses yang transparan agar para pengikutnya menyadari bahwa raja Ubur-ubur itu raja gila,” kata Amas.

Amas mengaku, tim MUI segera meminta penjelasan detail kepada para pihak, terutama mengenai hasil pemeriksaan kejiwaan dari dokter sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

“Namun demikian, MUI sepenuhnya menyerahkan tindak lanjut proses hukum kepada aparat kepolisian, mengingat kasus Ubur-ubur ini telah menyita perhatian publik dan diharapkan tidak ada lagi kasus serupa di Kota Serang,” kata Amas.

Sebelumnya, warga Lingkungan Tower Indah Sayabulu resah terhadap aktivitas di kediaman pasangan suami istri Rudi Chairul Anwar dan Aisyah Tusalamah. Ajaran Kerajaan Ubur-ubur disebut menyimpang.

Kelima ajarannya, yaitu Aisyah meyakini bahwa dirinya merupakan perwujudan Allah swt Sanghyang Tunggal, memiliki makam dan petilasan di Kota Serang. Meyakini bahwa Nabi Muhamad saw adalah berjenis kelamin perempuan, asli lahir di Sumedang, Jawa Barat. Aisyah dan pengikutnya juga meyakini bahwa beriman kepada yang gaib sesuai Alquran surat Al-Baqarah adalah beriman kepada Nyi Roro (Ibu Ratu Kidul).

Tidak hanya itu, Aisyah dan pengikutnya juga percaya bahwa Kakbah di Makkah bukan kiblat tempat salat, melainkan hanya rumah nabi tempat memuja saja. Bahkan, Hajar Aswad yang berada di Kakbah juga dinilainya mirip dengan kelamin wanita sehingga diciumi umat Islam.

Seusai menjalani serangkaian pemeriksaan, Aisyah Tusalamah disangka melanggar Pasal 28 ayat (2) UU no 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ratu Kerajaan Ubur-ubur itu terancam pidana enam tahun penjara. (Merwanda/RBG)