Dapat Ancaman Bom, 50 Sidang di PN Serang Ditunda

0
545 views
Para pengunjung dan pegawai Pengadilan Negeri (PN) Serang dievakuasi keluar gedung seusai mendapat laporan adanya ancaman bom, Selasa (25/9). Setelah polisi melakukan penyisiran tidak ditemukan bom.

SERANG – Ancaman bom menyasar dua instansi pemerintah di Banten, Selasa (25/9). Akibatnya, para pegawai dan pengunjung panik dan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.

Teror bom pertama terjadi di Pengadilan Negeri (PN) Serang. Ratusan pengunjung dan pegawai PN Serang dievakuasi polisi untuk mengantisipasi korban jiwa. Suasana sempat mencekam saat semua orang berhamburan keluar.

Ancaman bom kali pertama diterima oleh Sudirman, pengawal tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon. Ancaman dari orang yang tidak dikenal itu diterima oleh Sudirman melalui pesan singkat pukul 11.03 WIB. Isi pesan singkat itu berbunyi, “Selamat siang kami peringatkan kepada Anda dan seluruh anggota kejaksaan bahwa kami sudah pasang bom di kantor pengadilan dan kejaksaan. Kalau semua tidak paham, 1×24 jam tak direspons, waktu teman kami datang akan diledakkan,”.

Ancaman itu ditanggapi santai Sudirman. Lelaki asal Kota Cilegon itu sempat membalas pesan singkat dengan menyatakan pengirim pesan salah kirim. Pesan balasan Sudirman langsung dijawab si pengirim pesan dengan nada ancaman lagi. “Saat itu saya balas. ‘Maaf, Anda salah kirim.’ Dibalas lagi, ‘Anda pikir kami salah kirim, tunggu di pengadilan,’” tutur Sudirman.

Tak mau ambil risiko, ancaman bom itu dilaporkan Sudirman kepada pimpinan Kejari Cilegon. Sekira pukul 12.40 WIB, aparat kepolisian mendatangi kantor PN Serang. Mereka mendatangi meja informasi dan memintai keterangan sejumlah pegawai PN Serang. Sudirman juga turut dimintai keterangan.

“Wartawan, silakan keluar dulu,” tegur Kanit Pidum Reskrim Polres Serang Kota Inspektur Polisi Dua (Ipda) Yudha kepada wartawan yang berada di lobi PN Serang.

Satu unit kendaraan milik Gegana Satbrimob Polda Banten telah parkir di halaman PN Serang. Sekira pukul 13.20 WIB, Tim Gegana Polda Banten tiba di lokasi dan langsung melakukan sterilisasi area gedung PN Serang. Seluruh pegawai, hakim, jaksa, narapidana, dan pengunjung dievakuasi keluar gedung. Begitu pula aktivitas persidangan dihentikan sementara waktu guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Humas PN Serang Epiyanto mengatakan, pihaknya hanya diminta oleh pimpinan agar mengevakuasi orang-orang yang ada di dalam gedung. Sedangkan untuk tahanan, pihaknya telah menyiapkan tiga bus untuk mengevakuasi para tahanan tersebut.

“Tahanan kita kembalikan ke rutan dan LP (lapas),” katanya.

Epiyanto menjelaskan, dengan adanya teror bom tersebut, semua agenda sidang pada Selasa (25/9) itu ditunda sementara waktu dan akan dilanjutkan nanti, apabila kepolisian sudah menyatakan gedung PN steril dari ancaman bom. “Ada sekitar 50 persidangan kita hentikan dan ada juga yang kita percepat,” jelasnya.

Kasubdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Banten Komisaris Pol Nurochman mengatakan, hingga pukul 15.00 WIB, Tim Gegana tidak menemukan adanya tanda-tanda benda yang mencurigakan. “Sampai saat ini (kemarin sore-red) masih kita periksa. Sementara masih steril,” katanya.

KEJARI CILEGON

Ancaman bom juga terjadi di Kejari Cilegon. Setelah menerima laporan, Tim Gegana Satbrimob Polda Banten mendatangi Kejari Cilegon dan menyisir lokasi untuk mencari benda yang mencurigakan di kantor yang terletak di Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, tersebut.

Pantauan Radar Banten, ada 25 anggota gabungan dari Tim Gegana Satbrimob Polda Banten dan Sabhara Polres Cilegon melakukan penyisiran di seluruh bagian kantor Kejari Cilegon. Dua unit kendaraan Gegana berada di halaman dan pinggir kantor tersebut.

Sementara pemeriksaan berlangsung, para pegawai Kejari Cilegon dievakuasi ke luar kantor. Guna menenangkan para pegawai, Kepala Kejari Cilegon Andi Mirnawati mengatakan kepada jajarannya bahwa kedatangan tim Gegana Satbrimob Polda Banten itu merupakan sebuah simulasi.

Setelah hampir dua jam melakukan penyisiran di seluruh sisi kantor Kejari Cilegon, Tim Gegana tidak menemukan benda mencurigakan. Setelah dinyatakan aman dan steril, pihak Gegana kembali mengizinkan pegawai Kejari Cilegon memasuki kantor.

Kepala Kejari Cilegon Andi Mirnawati mengatakan, teror bom dari orang tak dikenal melalui pesan singkat hanya diketahui tiga orang di Kejari Cilegon. “Supaya para pegawai tidak resah dan panik, saya bilang kegiatan Tim Gegana ini hanya sebuah simulasi. Jadi, mereka semua tidak ada yang tahu, hanya saya, Kasi Intel, dan Kasi Pidum yang tahu,” kata wanita yang akrab disapa Mirna, saat ditemui di Kantor Kejari Cilegon, Selasa (25/9) siang.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Cilegon David Nababan menerangkan, pihaknya mendapatkan ancaman bom pukul 11.15 WIB. Sebuah pesan singkat diterima Sudirman, petugas penjaga tahanan sidang yang isinya mengatakan ada bom yang siap diledakkan di Pengadilan Negeri (PN) Serang dan Kejari Cilegon.

Sudirman melaporkan ancaman bom kepada David Nababan. Mendapat laporan itu, David melapor ke Kajari Cilegon dan Polres Cilegon. “Kasatreskrim dan Kasatsabhara Polres Cilegon langsung ke kantor. Kantor kemudian disterilkan, pegawai Kejari diminta keluar. Setelah itu, pukul 13.30 Tim Gegana tiba dan langsung menyisir di seluruh sisi gedung kantor untuk mencari benda yang mencurigakan,” ujarnya.

Masih di TKP, Kasat Sabhara Polres Cilegon AKP Fauzan Afifi mengatakan, setelah mendapat laporan dari Kejari Cilegon pihaknya berkoordinasi dengan Tim Gegana Satbrimob Polda Banten. “Kami langsung melakukan pengamanan gedung Kejari Cilegon. Tim Gegana melakukan penyisiran dan alhamdulillah ternyata tidak ada bom,” katanya.

Ditambahkan Kepala Detasemen (Kaden) Gegana Satbrimob Polda Banten AKBP Indra Yanitra menuturkan, pihaknya sedang melakukan simulasi pengamanan ancaman bom di Alun-alun Serang saat menerima laporan. Setelah mendapat laporan, pasukan dipecah menjadi dua tim. “Ada yang ke PN Serang, saya bawa 25 pasukan ke Kejari Cilegon. Kami periksa selama dua jam, hasilnya tidak ditemukan apa-apa,” ungkapnya.

Terkait insiden itu, Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso menyimpulkan jika SMS tersebut hanya sekadar ancaman. “Ini kelakuan orang usil. Tapi, kami tetap waspada demi keamanan dan kenyamanan para pegawai Kejari Cilegon dan masyarakat Cilegon pada umumnya,” ujar Rizki, saat dihubungi melalui telepon selulernya. (Merwanda-Andre AP/RBG)