Gelar Turnamen Mobile Legends, Mahasiswa Unsera Tuai Kritik

ilustrasi (foto: istimewa)

SERANG – Turnamen mobile legends yang diagendakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Akustik pada 14-15 Maret 2018 menuai kritikan oleh sejumlah mahasiswa. Terutama dari organisasi Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Unsera yang mengecam keras untuk tidak dilaksanakan kegiatan turnamen tersebut. Pasalnya, permainan berbasis aplikasi ini dianggap sudah keliru dengan tujuan Tri Dharma Perguruan Yakni, pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

“Kalau jadi digelar, sangat disayangkan sekali. Turnamen ini tidak mencerminkan mahasiswa. Sangat tidak mendidik. Mahasiswa itu harus cerdas, kritis, dan kreatif. Harus solutif demi menjawab tantangan zaman,” ujar Ketua Umum HMI Komisariat Unsera Nur Cholis, melalui pesan singkat, Selasa (6/3).

Pria yang akrab disapa Caknur ini menjelaskan bahwa, Tri Dharma Perguruan tinggi merupakan satu kesatuan yang saling terkait. Ketiganya akan saling memengaruhi. Menurut dia, landasan pendidikan dan ilmu perlu diperkuat dengan sistem pengajaran yang baik di kelas maupun di dalam organisasi mahasiswa atau Unit Kegiatan Kampus (UKM), serta membangun budaya pendidikan yang positif.

Lebih baik, lingkungan kampus atau UKM, sambungnya mengembangkan budaya diskusi, untuk menumbuhkan tergalinya sikap kritis mahasiswa. Untuk mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini, ia mengatakan mahasiswa bisa melakukan penelitian dan pengembangan, yang diimplementasikan melalui pemberdayaan masyarakat.

“HMI komisariat Unsera mendesak kepada UKM Akustik untuk mengevaluasi kembali turnamen yang akan diadakan. Turnamen ini dapat merusak budaya mahasiswa dan tidak mencerminkan sosok seorang mahasiswa,” tukasnya.

Dihubungi terpisah, Humas Unsera Sucahya menjelaskan, acara turnamen mobile legend yang akan digelar oleh UKM Akustik Unsera ini tidak terdaftar dalam pengajuan proposal di Biro Kemahasiswaan. “Kalau tanpa ijin Unsera, kegiatan apapun tidak akan diberi ijin,” terangnya melalui pesan singkat, Selasa (6/3).

Meskipun demikian, ia akan mengkaji acara tersebut. Apakah positif atau bertentangan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, UKM Akustik dengan acara mobile legend masuk ke dalam minat bakat. Sama halnya seperti pertandingan sepak bola, futsal dan lainnya.

“Kalau pengabdian itu kayak bakti sosial. Jadi kalau mahasiswa mengadakan lomba futsal oleh UKM Akustik itu kegiatan minat bakat. Kami sedang kaji apa urgensi mobile legend. Prinsipnya bila dikaji acara itu cukup positif, dan sesuai prosedur yang ada di Unsera, kami akan beri ijin,” tandasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmai.com).