SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Banten didorong mengambil langkah lebih serius untuk mencetak petani muda yang tidak hanya mampu bertani, tetapi juga berkembang menjadi wirausahawan di sektor pertanian.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten, Ilp Makmur, mengatakan regenerasi petani membutuhkan keberpihakan pemerintah, terutama melalui dukungan anggaran, pelatihan, akses permodalan hingga pemasaran.
Menurutnya, anak muda sebenarnya memiliki peluang besar untuk mengembangkan bisnis pertanian apabila diberikan pendampingan yang tepat.
“Kita akan mendorong dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pertanian, untuk menganggarkan terkait regenerasi petani, salah satunya petani milenial,” kata Ilp Makmur, Selasa, 1 September 2026.
Ia mengatakan, dukungan pemerintah tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan modal. Program tersebut harus dibarengi dengan pembinaan secara berkelanjutan.
Ilp menilai pola bantuan tanpa pendampingan berpotensi membuat program pemberdayaan petani muda tidak berjalan maksimal.
“Di samping bantuan, harus ada pendampingan. Pendampingan yang maksimal, jangan sampai ditinggal begitu saja,” ujarnya.
Selain modal, akses pasar juga menjadi persoalan penting yang harus diselesaikan pemerintah. Sebab, menurut Ilp, petani muda akan kesulitan berkembang apabila tidak memiliki kepastian pasar untuk menjual hasil produksinya.
Ia melihat perkembangan marketplace dan perdagangan digital justru dapat menjadi peluang baru bagi petani.
“Pasar sekarang sudah pasar digital. Artinya, tidak semua anak muda memang paham dengan marketplace, maka itu pun perlu ada pelatihan,” katanya.
Ilp berharap pemerintah dapat memperkuat pelatihan petani muda, bukan hanya dalam aspek budidaya, tetapi juga pemasaran digital, pengolahan hasil pertanian, hingga manajemen usaha.
Ia meyakini jika skema tersebut dijalankan secara konsisten, sektor pertanian dapat melahirkan wirausahawan baru di Banten.
“Saya melihat terjadi wirausahawan-wirausahawan baru yang kaya,” ucapnya.
Editor: Agus Priwandono

